KabarBaik.co, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mendampingi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dalam kunjungan kerja meninjau kesiapan peluncuran serentak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei mendatang, Selasa (12/05).
Usai melakukan kunjungan di Kabupaten Nganjuk, Wakil Panglima TNI bersama rombongan meninjau langsung lokasi KDKMP di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
Turut hadir dalam kunjungan kerja tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa, Pangdam V/Brawijaya, Irjen TNI, Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, Bupati Blora beserta jajaran, Komandan Kodim 0721 Blora, Komandan Kodim 0812 Lamongan, serta jajaran Kodim 0813 Bojonegoro.
Dalam peninjauan fisik gerai dan gudang koperasi, Jenderal Tandyo memberikan apresiasi atas progres pembangunan KDKMP di Bojonegoro dan Lamongan yang dinilai menunjukkan kesiapan signifikan.
Berdasarkan paparan Kodim 0813 Bojonegoro, progres pembangunan KDKMP di Bojonegoro telah menjangkau 396 titik dari target 430 desa atau mencapai 92,9 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 160 titik telah rampung 100 persen.
Untuk tahap launching pada 16 Mei mendatang, Bojonegoro siap mengoperasikan 85 gerai di 22 kecamatan. Penentuan titik operasional mempertimbangkan daya beli masyarakat, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta tingkat risiko bencana yang rendah.
Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menyampaikan bahwa koperasi ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga motor penggerak ekonomi desa.
“Koperasi ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga menjadi motor penggerak potensi lokal. Strategi kami yaitu berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti UMKM lokal untuk memasok produk unggulan. BUMD Pangan akan mengintegrasikan informasi komoditas pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, dan KDKMP berkomitmen menyerap hasil tani masyarakat dengan harga kompetitif,” jelasnya.
Dalam peninjauan fisik gerai dan gudang koperasi, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo memberikan apresiasi atas progres pembangunan KDKMP di Bojonegoro dan Lamongan yang dinilai menunjukkan kesiapan signifikan.
Ia menegaskan pentingnya memastikan kesiapan operasional di lapangan agar tidak terjadi kendala distribusi maupun teknis saat peluncuran nanti.
“Orientasi kita adalah memastikan tidak ada kendala teknis saat operasional. Jika ada kendala distribusi, misalnya dari Bulog, kami akan bantu dorong dari pusat agar sinergisitas antara pelaksana di bawah dan kebijakan di atas berjalan selaras,” tegas Jenderal Tandyo.
Ia juga menyampaikan bahwa selama tiga tahun ke depan, KDKMP akan menggunakan sistem manajemen komando untuk menjaga stabilitas bisnis sebelum nantinya dikelola secara mandiri.
Terkait inovasi pengolahan sampah, pihaknya mengapresiasi langkah tersebut dengan catatan lokasi pengolahan harus diperhitungkan secara matang agar tidak menimbulkan dampak lingkungan baru bagi masyarakat sekitar.
Setiap unit KDKMP nantinya akan dikelola oleh 18 personel yang terdiri dari satu manajer, empat tenaga ahli pangan, dan 13 personel lokal yang telah mendapatkan peningkatan kapasitas melalui Asosiasi KDKMP.
Ditegaskan pula bahwa KDKMP akan menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat, rumah bagi produk UMKM desa, sekaligus penghubung ekonomi desa dengan pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital dan e-commerce.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan dukungan penuh terhadap program strategis nasional tersebut. Selain memaksimalkan potensi desa, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi melalui pelatihan dan pendampingan operasional.
“Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat desa untuk menyalurkan produk unggulan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bupati.
Dalam kesempatan itu, Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa menegaskan bahwa pembangunan gerai koperasi merupakan bagian dari percepatan pembangunan nasional yang telah didukung regulasi dan pengalokasian anggaran khusus. Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan lahan dan mempercepat pembangunan fisik agar operasional koperasi dapat segera berjalan optimal.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa KDKMP juga diarahkan menjadi off-taker produk unggulan desa. Setiap daerah didorong melakukan pemetaan potensi lokal agar koperasi mampu menyerap dan memasarkan produk masyarakat secara maksimal.
“Ke depan, koperasi juga akan didorong memanfaatkan sistem digital dan layanan berbasis aplikasi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperluas akses pemasaran produk desa,” tegasnya.
Pemerintah juga memastikan tenaga kerja pengelola gerai koperasi diprioritaskan berasal dari desa setempat guna membuka lapangan pekerjaan baru dan menciptakan pemerataan ekonomi di pedesaan.
Melalui percepatan operasional KDKMP, pemerintah berharap tercipta ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.






