KabarBaik.co, Sidoarjo – Kunjungan Tenaga Ahli Utama Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Letjen TNI (Purn) Arif Rahman, ke Kabupaten Sidoarjo, Jumat (12/6), menjadi momentum untuk melihat sejauh mana kesiapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam menjalankan perannya sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Dalam peninjauan di KDMP Desa Sumorame dan Desa Rangkah Kidul, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa koperasi tidak boleh sekadar berdiri, tetapi harus mampu memberikan manfaat langsung bagi warga.
Subandi menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat terhadap perkembangan Koperasi Merah Putih di Sidoarjo. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan menjadi motivasi bagi daerah untuk terus mengembangkan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
“Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Sidoarjo mendapatkan kehormatan dengan kunjungan dari Kantor Staf Presiden untuk melihat langsung perkembangan Koperasi Merah Putih. Ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi kami untuk menyukseskan program yang dicanangkan Presiden demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Subandi, koperasi harus mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Selain menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, koperasi juga harus menjadi sarana pemberdayaan UMKM dan peningkatan kesejahteraan warga. Salah satu contoh yang ia soroti adalah distribusi beras SPHP dari Bulog dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasar.
“Harga beras di pasaran bisa mencapai sekitar Rp 13 ribu per kilogram, sedangkan melalui Bulog masyarakat dapat memperoleh dengan harga sekitar Rp 11 ribu. Koperasi bisa menjadi sarana untuk menghadirkan kebutuhan pokok yang lebih murah dan mudah dijangkau masyarakat,” katanya.
Tak hanya beras, koperasi juga dinilai dapat menjadi jalur distribusi minyak goreng dan berbagai kebutuhan pokok lainnya yang dibutuhkan masyarakat maupun pelaku usaha kecil. Karena itu, Subandi menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Koperasi Merah Putih harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kehadirannya harus membantu kebutuhan warga sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Subandi juga mengingatkan agar pengurus koperasi tidak menjalankan program secara biasa-biasa saja. Ia meminta adanya inovasi agar koperasi mampu berkembang dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Jangan sampai koperasi berjalan biasa-biasa saja. Pengurus harus terus berinovasi. Pemerintah sudah memberikan dukungan yang luar biasa, sehingga tugas kita adalah mengawal agar program ini benar-benar sukses dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Pemkab Sidoarjo telah meminta seluruh kepala desa memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Koperasi Merah Putih, termasuk penyediaan sarana dan fasilitas pendukung. Menurut Subandi, keberadaan koperasi menjadi semakin penting di tengah tantangan ekonomi global dan persoalan ketahanan pangan.
“Kami ingin memastikan seluruh bantuan dan program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran koperasi harus menjadi solusi bagi kebutuhan warga dan penguatan ekonomi desa,” tambahnya.
Saat ini Kabupaten Sidoarjo memiliki 219 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 84 koperasi telah memiliki bangunan dan sarana pendukung yang siap digunakan. Pemerintah berharap keberadaan koperasi tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)






