Akses ke Situs Sumberbeji Jombang Ditutup Pemilik Lahan, Tuntut Kompensasi ke Pemerintah

oleh -117 Dilihat
Pemilik lahan, Imaduddin ketika menutup akses masuk menuju situs Sumberbeji (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Akses jalan menuju situs cagar budaya nasional Sumberbeji di Desa Kesamben, Ngoro, Jombang, ditutup oleh pemilik lahan.

Penutupan dilakukan sebagai bentuk protes atas belum adanya kejelasan kompensasi dari pemerintah terkait penggunaan tanahnya sebagai jalan masuk ke kawasan situs.

Pemilik lahan, Imaduddin, mengaku kecewa karena merasa dipingpong saat mencoba mencari solusi. Ia menilai pemerintah belum memberikan kepastian terkait kompensasi atas tanah yang dimanfaatkan sebagai akses menuju situs.

“Kalau tanah ini mau dibeli, saya tidak jual. Tapi kalau dimanfaatkan untuk akses masuk ke situs Sumberbeji, tidak masalah, asalkan tidak ada yang berjualan di dalam area situs,” kata Imaduddin dalam keterangannya, Kamis (19/2).

Menurut Imaduddin, keberadaan aktivitas jual beli di dalam kawasan situs menjadi alasan utama dirinya menuntut kompensasi. Ia menilai, jika ada aktivitas bisnis di dalam area tersebut, maka ada nilai ekonomi yang timbul.

“Kalau memang ada bisnis di dalam area situs, otomatis kami minta kompensasi karena di dalam area situs ada nominal rupiah,” ujarnya.

Imaduddin mengaku sudah menemui kepala desa untuk membahas persoalan tersebut. Namun, ia justru diminta menemui para pedagang yang berjualan di sekitar situs. Saat menemui pedagang, ia kembali diarahkan untuk menemui kepala desa.

Misteri Petirtaan Sumberbeji Jombang, Pemandian Zaman Majapahit yang Terkubur Letusan Kelud

“Saya merasa dipingpong. Akhirnya saya menutup akses ini,” tegasnya.

Ia menegaskan, akses jalan akan tetap ditutup sampai ada kejelasan tertulis mengenai kompensasi dari pemerintah. Jika tidak ada kesepakatan, ia bersikukuh tidak akan membuka kembali jalan tersebut.

“Kalau memang ada kompensasi, saya minta tertulis. Kalau pemerintah menolak memberikan kompensasi, akses ini tetap saya tutup. Kalau ada yang tidak terima dan mau melapor, silakan,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun instansi terkait mengenai polemik penutupan akses menuju Situs Sumberbeji tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.