KabarBaik.com, Jombang– Aksi penganiayaan sadis menimpa dua mahasiswi di Dusun/Desa Purisemanding, Plandaan, Jombang. Keduanya menjadi korban penusukan pria berinisial AD, 25, yang menyelinap masuk ke dalam rumah mereka pada Kamis (30/4) malam.
Kapolsek Plandaan AKP Sartono mengonfirmasi bahwa pelaku yang merupakan warga Kebumen, Jawa Tengah, telah diamankan. Insiden berdarah itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB saat para penghuni rumah tengah terlelap.
“Kami telah menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan yang direncanakan. Pelaku masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang dan langsung menuju kamar salah satu korban,” kata Sartono kepada wartawan, Jumat (1/5).
Peristiwa mencekam ini bermula saat ibu korban, Masripah, terbangun dari tidurnya. Ia merasa curiga setelah mendengar suara pintu belakang rumah terbuka dan suara gaduh dari kamar anaknya, Sita Janatul Munawaroh, 25.
Alangkah terkejutnya Masripah saat melihat pelaku sudah berada di dalam kamar. AD didapati sedang mencekik Sita sambil menodongkan sebilah pisau bergagang kayu ke arah korban.
“Pelaku yang gelap mata kemudian menusuk Sita di bagian perut sebelah kiri,” terang Sartono.
Melihat kakaknya dalam bahaya, sang adik, Zubaidah Septia Ningsih, 21, berusaha memberikan pertolongan. Namun, pelaku justru semakin beringas dan menyerang Zubaidah.
Akibatnya, Zubaidah mengalami dua luka tusuk di bagian paha kanan dan perut. Teriakan minta tolong dari dalam rumah memicu kedatangan warga sekitar.
Massa yang geram langsung mengepung lokasi dan berhasil melumpuhkan pelaku sebelum polisi tiba.
“Warga berhasil mengamankan pelaku beserta barang buktinya,” imbuh AKP Sartono.
Untuk menghindari amuk massa yang lebih parah, polisi segera membawa AD ke Mapolsek Plandaan. Selain tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa. Satu bilah pisau bergagang kayu. Satu unit sepeda motor Honda Vario bernopol KT-4967-ZF milik pelaku. Dan pakaian korban yang terdapat bekas noda darah.
Hingga saat ini, kedua mahasiswi tersebut masih menjalani perawatan medis intensif dan telah dilakukan visum (Visum Et Repertum).
Polisi masih mendalami motif di balik aksi nekat pelaku yang diduga sudah merencanakan penyerangan ini.
“Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolsek Plandaan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kami masih memeriksa saksi-saksi guna mengungkap latar belakang kejadian ini,” pungkasnya. (*)







