Akui Keunggulan Megawati dkk, Coach Lodi Optimistis Gresik Phonska Come Back Stronger

oleh -220 Dilihat
LODI ALESSANDRO
Alessandro Lodi (Foto GPPI)

KabarBaik.co, Yogyakrat- Pelatih Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Alessandro Lodi, mengakui keunggulan Jakarta Pertamina Enduro setelah timnya harus menelan kekalahan pada laga pertama gold final Proliga 2026. Dia menilai lawan tampil jauh lebih baik dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya.

“Pasti sangat kecewa, tapi harus diakui Pertamina jauh lebih bagus daripada sebelum-sebelumnya,” kata Lodi kepada awak media sesuai laga, Jumat (24/4) malam.

Pada pertandingan yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, itu sejatinya Gresik Phonska sempat mengawali laga dengan baik. Medio Yoku dkk sukses merebut set pertama. Namun, mereka akhirnya harus menyerah dengan skor 1-3 (25-19, 19-25, 19-25, 21-25), sekaligus menjadi kekalahan ketiga beruntun dari Jakarta Pertamina Enduro sejak babak final four.

Lodi mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut. Pelatih asal Italia itu mengakui bahwa Jakarta Pertamina Enduro menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dan pantas meraih kemenangan. Sementara itu, dirinya menilai timnya tidak mampu tampil konsisten untuk dapat mengimbangi permainan lawan.

Menurut dia, Gresik Phonska sebenarnya memiliki peluang andasi mampu meningkatkan kualitas permainan. Namun, Lodi juga menegaskan bahwa bermain lebih baik saja tidak otomatis menjamin kemenangan, mengingat kuatnya tekanan dan perlawanan dari Megawati Hangestri dkk.

Lodi menjelaskan bahwa kemenangan di set pertama bukan semata karena timnya tampil baik, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika permainan yang masih bisa dikendalikan. Setelah itu, tekanan dari Jakarta Pertamina Enduro membuat anak asuhnya kesulitan berkembang.

Selain faktor teknis, pelatih asal Italia tersebut juga menyoroti sikap pemain di lapangan. Dia mengaku tidak puas dengan gestur beberapa pemain yang terlihat menunduk dan menunjukkan ekspresi kecewa saat tertinggal. Lodi menegaskan, sikap tersebut tidak mencerminkan mental yang dibutuhkan dalam sebuah laga final.

Dalam pertandingan sebesar final, lanjur dia, kesalahan memang tidak terhindarkan. Namun, pemain tidak boleh tampil lembek. ;;Beberapa pemain, melihat ke bawah, mereka membiarkan diri terlihat marah dan kecewa sepanjang pertandingan. Campur antara marah dan sedih. Jika kamu bertindak seperti itu, pulang saja,” tegasnya.

Sikap tegas yang selalu dia tunjukkan di pinggir lapangan itu sebagai upaya untuk membangkitkan semangat pemain. Dia menyatakan, ketika pemain mulai kehilangan energi atau kepercayaan diri, maka pelatih harus mengambil tindakan untuk menghidupkan kembali motivasi.

Meski kecewa, Lodi tetap berharap ”The Bulls” bisa bangkit pada laga leg kedua yang akan digelar Sabtu (25/4) sore, pukul 15.00 WIB. Kendati enyadari waktu persiapan yang sangat singkat, pihaknya akan memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin untuk memperbaiki performa.

Lodi pun menaruh harapan besar agar Gresik Phonska Plus dapat menunjukkan permainan yang jauh lebih baik pada pertandingan berikutnya dan memberikan perlawanan yang lebih kuat dalam perebutan gelar juara. ”Semoga kita bisa menunjukkan yang lebih bagus pada pertandingan besok (hari ini, Red),” ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.