Anak-anak di Bareng Jombang Isi Waktu Sekolah dengan Berlatih Jaranan Dor

oleh -362 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 27 at 6.24.12 PM
Suasana latihan jaranan dor anak-anak di Desa Banjarsari, Jombang. (istimewa)

KabarBaik.co – Di saat banyak anak menghabiskan liburan sekolah dengan bermain gawai atau berwisata, anak-anak di Desa Banjarsari, Kecamatan Bareng, Jombang justru memilih cara berbeda. Mereka mengisi liburan dengan berlatih kesenian tradisional jaranan dor.

Suara gamelan, tabuhan gendang, bas, dan jidor terdengar nyaring dari halaman rumah warga. Sejumlah anak tampak serius memainkan alat musik, sementara lainnya mengendalikan jaran kepang dengan penuh semangat. Latihan dilakukan hampir setiap hari selama libur sekolah.

Salah satu peserta latihan, Fernando Febriansyah, 14, siswa kelas 2 SMP asal Desa Banjarsari, dipercaya sebagai penabuh gendang dalam kelompok jaranan dor tersebut.

“Biar mengisi waktu libur sekolah,” kata Fernando, Sabtu (27/12).

Fernando mengaku memilih berlatih jaranan karena tidak membutuhkan biaya. Menurutnya, berwisata saat liburan cukup menguras kantong.

“Kalau wisata kan perlu uang. Kalau latihan jaranan di sini gratis, terus senang,” ujarnya.

Selain untuk mengisi waktu, Fernando juga tertarik ikut melestarikan budaya daerah. Selama liburan sekolah, latihan dilakukan hampir setiap hari.

“Kalau liburan, hampir tiap hari latihan,” katanya.

Fernando juga mengaku sudah beberapa kali tampil pentas, terutama saat bulan Agustus bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Dari setiap pementasan, ia dan teman-temannya mendapat bayaran sekitar Rp 30 ribu per anak.

“Buat jajan,” ucapnya sambil tersenyum.

Latihan jaranan dor ini didampingi oleh pegiat seni Desa Banjarsari, Samiaji Mijek. Ia mengatakan kegiatan tersebut memang difokuskan untuk anak-anak agar liburan lebih bermanfaat.

“Daripada main gadget, lebih baik kita latih kesenian jaranan dor,” kata pria yang akrab disapa Cak Mijek.

Menurutnya, ketertarikan anak-anak terhadap jaranan muncul secara alami karena sejak kecil sudah sering melihat kesenian tersebut dimainkan orang dewasa.

“Mereka sudah terbiasa melihat, jadi dari dalam hati memang ingin ikut,” jelasnya.

Cak Mijek menambahkan jadwal latihan menyesuaikan waktu anak-anak. Saat sekolah, latihan digelar seminggu sekali. Namun saat liburan, bisa dilakukan hampir setiap hari.

Harapannya, kegiatan ini dapat menjaga kelestarian kesenian tradisional sekaligus mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai.

“Kesenian tetap lestari dan anak-anak punya kegiatan positif saat liburan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.