KabarBaik.co – Peristiwa tanah gerak yang terjadi di RT 18 RW 04 Dusun Depok, Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Salah satunya anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Siti Mukiyarti. Ia bersama sejumlah kepala OPD Pemprov Jawa Timur turun langsung meninjau tempat kejadian untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak, Rabu (18/12).
Siti Mukiyarti juga didampingi unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek. Politisi PKB ini mengimbau kepada warga yang masih berada di lokasi bencana untuk segera mengungsi demi menjaga keselamatan jiwa.
“Jangan menunggu kondisi memburuk. Ikuti arahan petugas dan segera menuju Posko Bencana Tanah Gerak yang sudah disiapkan untuk menjaga keselamatan para warga,”ujarnya.
Siti Mukiyarti memastikan bahwa Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Trenggalek siap mendukung penuh evakuasi dan kebutuhan darurat yang diperlukan bagi warga yang terdampak.
“Semua sumber daya akan terus dikerahkan agar proses evakuasi bisa berjalan dengan cepat dan kebutuhan warga tercukupi,” tegasnya.
Siti Mukiyarti juga menyampaikan, berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Trenggalek, tanah gerak telah merusak beberapa rumah warga di area terdampak. Antara lain 11 rumah dan 1 musala.
Pihaknya akan terus memantau kondisi tanah di wilayah untuk mengantisipasi pergerakan susulan.
“Kami berpesan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek agar terus berupaya maksimal memastikan keselamatan warga dan mencegah kerusakan yang lebih besar,” jelasnya.
Siti Mukiyarti menambahkan, melihat kondisi di lapangan lokasi tersebut sudah tidak layak lagi dijadikan tempat hunian karena sangat membahayakan saat musim penghujan.
“Untuk itu kami berpendapat harus ada langkah preventif baik dari Pemda Trenggalek dan Pemprov Jatim untuk melakukan relokasi terhadap warga terdampak,” tambahnya.
Bagi semua pihak hendaknya berperan aktif demi menjaga keselamatan warga serta mencegah agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah.
“Hal yang juga perlu diperhatikan adalah fasilitas pengungsian, dapur umum, dan layanan kesehatan yang memadai”,tandasnya.
Warga diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memperparah kondisi tanah. (*)







