KabarBaik.co, Mataram — Perbandingan kinerja penurunan kemiskinan dan Nilai Tukar Petani (NTP) antar periode kepemimpinan gubernur dipaparkan dalam forum Musrenbang Penyusunan RKPD Provinsi NTB Tahun 2027.
Dalam pemaparan tersebut, terlihat perbedaan tren di tiap era kepemimpinan.
Penurunan angka kemiskinan di NTB pada era Gubernur Zainul Majdi (TGB) (2008-2018) dinilai signifikan, turun hampir 10 persen secara total selama dua periode kepemimpinan.
“Angka kemiskinan turun dari sekitar 24,99 persen pada 2008 menjadi 16,02 persen pada akhir 2016, atau turun stabil rata-rata lebih dari 1 persen per tahun,” ujar Kepala Diskominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik, Selasa (21/4).
Memasuki periode Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah, tren tersebut melambat. Pada 2022 angka kemiskinan berada di 13,68 persen dan justru naik menjadi 13,85 persen pada 2023.
Secara keseluruhan, penurunan di era ini hanya sekitar 1,07 persen dan cenderung stagnan di akhir masa jabatan.
Sementara itu, pada awal kepemimpinan Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri, penurunan kembali menunjukkan akselerasi. Masa kepemimpinan Gubernur dan Wagub saat ini telah mencapai 0,53 persen.
Dari sisi NTP, tren peningkatan juga menjadi sorotan. NTP yang berada di angka 95,4 pada 2010 meningkat menjadi 122,81 pada 2023, naik tipis ke 123,31 pada 2024, dan melonjak ke 134,14 pada 2025.
Paparan ini menegaskan adanya korelasi antara peningkatan daya beli petani dengan percepatan penurunan kemiskinan, terutama di wilayah pedesaan.
Forum Musrenbang menjadi dasar evaluasi dan penentuan arah kebijakan pembangunan NTB ke depan, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan berbasis desa dan penguatan sektor pertanian.(*)








