KabarBaik.co, Jember – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember meningkatkan kewaspadaan guna menghadapi fenomena cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur bagian timur.
Langkah mitigasi menyeluruh dilakukan, mulai dari penguatan infrastruktur jembatan hingga penyegaran personel tambahan untuk menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan jalur tetap aman dari potensi gangguan alam seperti banjir atau ambalan (tanah amblas). Salah satu langkah teknis utamanya adalah normalisasi saluran air di titik-titik rawan genangan.
“Kami telah memetakan 4 Daerah Pantauan Khusus (Dapsus) di wilayah Daop 9 yang menjadi prioritas pengawasan. Normalisasi drainase dilakukan secara intensif agar debit air yang tinggi tidak menggerus tubuh ban jalan rel,” ujar Cahyo, Selasa (24/2).
Kesiagaan Personel dan Armada KAI Daop 9 menyiagakan personel ekstra di lapangan, yang meliputi penjaga terowongan dan penjaga daerah rawan.
“Selain jadwal rutin, KPJ akan diterjunkan langsung untuk menyisir jalur saat terjadi hujan deras dengan durasi lama. Ini adalah langkah deteksi dini terhadap potensi gogosan atau rintangan di atas rel,” tegasnya.
Modernisasi Infrastruktur (Bangunan Hikmat) Selain pemantauan, KAI Daop 9 melakukan transformasi pada sejumlah jembatan dan gorong-gorong (Bangunan Hikmat/BH) dengan mengubahnya menjadi Box Culvert.
Teknologi ini dinilai lebih efektif mengalirkan volume air besar dan meminimalisir penyumbatan material sedimen atau sampah.
Langkah proaktif ini merupakan komitmen KAI Daop 9 Jember dalam mengedepankan aspek Safety First. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memercayakan perjalanannya pada kereta api.
“Seluruh jajaran Daop 9 bersiaga 24 jam untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” tutup Cahyo. (*)






