Antisipasi Kemacetan Saat Pawai Takbiran di Mataram, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

oleh -437 Dilihat
Suasana pawai takbiran di Kota Mataram tahun 2025 lalu.
Suasana pawai takbiran di Kota Mataram tahun 2025 lalu. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Mataram – Pawai Takbiran dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang akan digelar di hampir seluruh kecamatan di Kota Mataram diperkirakan berpotensi menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Aktivitas masyarakat yang meningkat serta pergerakan kafilah pawai di berbagai titik diprediksi akan memadati arus lalu lintas pada malam takbiran.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan langkah antisipasi dengan memberikan perhatian khusus di sejumlah titik rawan kepadatan.

Upaya yang dilakukan antara lain melalui pengawalan petugas di lapangan serta penerapan rekayasa lalu lintas guna meminimalisir gangguan arus kendaraan.

Kabid Dalops Dishub Kota Mataram Arif Rahman, menyatakan sejumlah titik yang menjadi perhatian khusus. Antara lain Simpang 3 Rembiga, Simpang 4 Universitas Muhammadiyah, kawasan Jalan Sriwijaya di depan Epicentrum Mall wilayah Cakranegara, serta titik-titik keramaian menjelang Idul Fitri seperti kawasan Mataram Mall dan Jalan Erlangga di depan Toko Boxy.

“Malam takbiran itu hampir di seluruh titik di Kota Mataram menjadi perhatian kami,” ujar Arif, Jumat (20/3).

Seluruh kecamatan di Kota Mataram akan melaksanakan pawai takbiran dengan rute masing-masing yang umumnya dimulai dari kantor camat di setiap wilayah.

Kecamatan Selaparang, misalnya, akan menggunakan rute dari Simpang Empat BI di kawasan Udayana hingga eks Bandara Selaparang.

Sementara Kecamatan Mataram akan memulai pawai dari kantor camat menuju Simpang 4 Aston Hotel, kemudian ke arah barat melalui Jalan Catur Warga, melintasi Simpang 4 Kamboja, menuju Simpang 4 Taman, dan kembali finis di kantor camat.

Untuk Kecamatan Cakranegara, pawai akan dimulai dari Simpang 4 Cakranegara dan berakhir di Taman Mayura. Kecamatan Sandubaya mengambil titik start di depan GOR 17 Desember menuju Jalan Gerung Butun.

Sedangkan Kecamatan Sekarbela akan memulai pawai dari kawasan Rembiga menuju Jalan Sultan Kaharuddin dan finis di Lapangan Batu Dawa.

Arif Rahman menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan dilakukan bersama aparat kepolisian dari Polresta Mataram. Salah satu skema yang diterapkan adalah mewajibkan seluruh kafilah pawai menggunakan lajur kiri pada ruas jalan yang memiliki dua lajur.

“Semua kafilah pawai takbiran akan menggunakan lajur kiri untuk beberapa jalur yang memiliki dua lajur,” sebutnya.

Ia berharap arus lalu lintas tetap dapat berjalan meskipun akan terjadi perlambatan akibat tingginya aktivitas masyarakat dan kafilah pawai.

Pengalihan arus lalu lintas hanya akan diberlakukan secara situasional, terutama di titik pelepasan kafilah atau saat dimulainya pawai.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif apabila tidak memiliki kepentingan mendesak di ruas jalan yang menjadi rute pawai takbiran.

“Kita yakin masyarakat bisa menjaga keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kelancaran berlalu lintas. Kami menghimbau agar masyarakat dapat menghindari jalur-jalur yang akan digunakan sebagai rute pawai takbiran,” ujarnya.

Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setiap pelaksanaan pawai takbiran di Kota Mataram hampir selalu menyebabkan kemacetan total di sejumlah ruas jalan.

Kondisi tersebut dipicu oleh seluruh kecamatan yang secara bersamaan menggelar pawai takbiran dengan rute masing-masing di wilayah kota.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.