Apakah Memakai Make up setelah Wudu dapat Membatalkan Wudu? Begini Menurut Hadis

Reporter: Prabangasta Restu Rendra
Editor: Lilis Dewi
oleh -329 Dilihat
Ilustrasi Pixabay

KabarBaik.co- Pemakaian skincare atau produk perawatan kulit merupakan salah satu hal lumrah bagi para wanita. Tujuan dari rutinitas ini adalah untuk merawat diri, khususnya kulit, agar selalu sehat dan mendapatkan penampilan terbaik.

Tapi kalau memakai skincare setelah wudu apakah dapat membatalkan wudu?.

Simak kutipan yang akan mimin share dibawah ini.

Memakai skincare setelah wudu hukumnya boleh. Tidak ada masalah memakai bedak, skincare atau make up selepas wudu.

Barang-barang kecantikan tersebut tidak termasuk benda najis dan tidak termasuk benda yang membatalkan wudu.

Dalam keterangan Lembaga Fatwa Mesir. Syekh Dr. Muhammad Abdus Sami’ dari Dar Ifta Mesir mengatakan, “Memakai make Up dan bedak, tidak membatalkan wudu dan tidak pula membatalkan salat sebab bukan benda najis. jika memakai bedak dan make up setelah wudu sebab melaksanakan salat dalam keadaan rapi dan bersih, maka hukumnya sunnah.

Nabi menganjurkan agar melaksanakan salat dalam keadaan rapi dan memakai wewangian.
“Jika salah satu dari kalian salat, maka pakailah dua helai baju, karena Allah lebih berhak untuk dihiasi. Maka jika kamu tidak memiliki dua baju, hendaklah memakai sarung ketika salat. Dan janganlah salah satu di antara kalian berselimut di dalam shalatnya seperti berselimutnya orang Yahudi.” (HR. Al-Baihaqi).

Dr. Muhammad Abdus Sami’ menjawab: Tidak masalah (memakai make up), karena make up tidak najis dan tidak membatalkan wudu.

Sebagian perempuan beranggapan bahwa tidak boleh melaksanakan salat dengan memakai make up, akan tetapi hal itu tidak masalah setelah wudu, lalu berhias.

Make up itu tidak membatalkan wudu dan tidak membatalkan salat.
untuk membersihkan make up ini, harus menggunakan pembersih khusus seperti micellar water atau face tonic. Faktanya pula, banyak wanita yang tidak menghapus riasannya ketika hendak salat.
Lantas bagaimana hukum make up dalam Islam pada kasus ini?
Dr. Isnawati Rais, MA, Dosen Ilmu Hadits Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta menjelaskan bahwa syarat sahnya wudu apabila air mengenai kulit.

Pernyataan ini juga didukung oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits.

“Jika Nabi Muhammad SAW melihat seorang lelaki sedang salat, sementara kaki belakangnya menunjukkan cahaya sebesar mata uang dirham yang tidak basah (karena wudu) Rasulullah SAW kemudian memintanya untuk mengulang lagi wudu dan doanya.” (HR. Abu Daud:175).

Jadi dapat disimpulkan bahwa wudu yang sah adalah apabila air menyentuh kulit. Sehingga lebih baik untuk menghapus riasannya lebih dulu, terutama bila riasan yang digunakan tahan air sebagai hukum make up dalam Islam.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.