Apocalypse Bola: Ratapan Massal Iringi Tragedi Italia Kandas Lagi di Piala Dunia 2026

oleh -261 Dilihat
TIMNAS ITALIA
Skuad Timnas Italia di bawah asuhan Genaro Gattuso,

KabarBaik.co, Roma — Jika Indonesia masih berisik setelah kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026, kiamat olahraga (apocalypse) tengah mengguncang Negeri Pizza. Timnas Italia dipastikan absen untuk kali ketiga secara beruntun di panggung terbesar sepak bola sejagad.

Kekalahan menyakitkan 1-4 lewat adu penalti dari Bosnia-Herzegovina, seusai bermain imbang 1-1 di final play-off kualifikasi Rabu (1/4) dini hari WIB, mengubur mimpi Gli Azzurri untuk berlaga di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Media-media pun melabeli peristiwa tersebut sebagai apocalypse jilid tiga. Namun, sejauh ini belum ada laporan kandasnya Timnas Italia itu diwarnai amarah yang meledak-ledak di jalanan. Duka kali ini masih sebatas diiringi oleh “ratapan massal” yang masih sunyi dari para penggemar.

Sebagaimana diberitakan, pertandingan final play-off penuh dengan drama yang menguras emosi. Gol cepat Moise Kean di babak pertama seolah memberi asa bagi publik Italia. Nahas, titik balik keruntuhan terjadi pada menit ke-41 ketika Alessandro Bastoni diganjar kartu merah seusai menjegal Amar Memic.

Bermain dengan 10 orang membuat Italia kewalahan menahan gempuran hingga akhirnya laga harus ditentukan lewat drama adu penalti. Kutukan titik putih kembali menghantui Italia setelah eksekusi Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal menemui sasaran, memastikan tiket Piala Dunia melayang ke tangan Bosnia-Herzegovina.

Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, tentu saja tak bisa menyembunyikan rasa kekecewaannya, meski tetap memuji daya juang timnya. Dalam pernyataannya dia mengakui hasil ini sangat sulit diterima, terlebih karena kembali mengulang kegagalan yang sama dalam beberapa edisi terakhir.

Tidak ada aksi unjuk rasa besar, menunjukkan bahwa publik Italia bisa jadi lebih diliputi kelelahan emosional dibandingkan amarah. Ratapan massal itu tumpah di media sosial, forum daring, dan perdebatan digital. Mereka meratapi rekor memalukan Gli Azzurri sebagai satu-satunya mantan peraih empat gelar juara dunia yang gagal menembus putaran final dalam tiga edisi berturut-turut.

Kini, narasi “Generasi yang Hilang” juga tengah menggema kuat. Ada satu generasi pemain berbakat Italia yang terancam melewati masa emas karier tanpa pernah merasakan panggung Piala Dunia.

Kilas Balik Jalan Kegagalan

1. Fase Grup Kualifikasi

Pada putaran kualifikasi Zona Eropa, Italia tergabung di Grup I bersama Norwegia, Israel, Estonia, dan Moldova. Performa mereka sebetulnya cukup solid, namun modal itu tidak cukup. Italia mengumpulkan 18 poin dari 8 pertandingan (6 menang, 0 seri, 2 kalah).

Kesempurnaan Norwegia yang tak terbendung. Dipimpin Erling Haaland, Norwegia tampil sempurna dengan menyapu bersih seluruh pertandingan dan mengoleksi 24 poin. Italia harus menelan kekalahan telak 1-4 dari Norwegia. Padahal,sSempat unggul lebih dulu lewat Francesco Pio Esposito. Sayangnya, Italia kebobolan empat gol balasan di babak kedua yang memastikan mereka gagal merebut posisi puncak.

Finis sebagai runner-up membuat Italia kembali harus menempuh jalur play-off yang penuh tekanan.

2. Semifinal Play-off

Pada laga semifinal Path A, Italia menjamu Irlandia Utara di Gewiss Stadium, Bergamo, pada 26 Maret 2026. Hasil akhir,  Italia 2 – 0 Irlandia Utara. Italia tampil dominan namun sempat kesulitan mencetak gol di babak pertama. Kebuntuan pecah melalui tembakan jarak jauh Sandro Tonali pada menit ke-56. Keunggulan kemudian digandakan oleh Moise Kean pada menit ke-80.

Kemenangan ini membawa Italia ke final play-off dan membuka kembali harapan untuk mengakhiri puasa panjang tampil di Piala Dunia.

3. Final Play-off

Satu laga tersisa untuk mengakhiri kutukan 12 tahun, namun segalanya hancur akibat rentetan petaka di kandang lawan.  Bosnia-Herzegovina 1 – 1 Italia. Kemudian, Bosnia menang adu penalti 4-1.

Jalannya pertandingan, menit ke-15 Italia unggul. Memanfaatkan kesalahan kiper lawan, bola berhasil dikonversi menjadi gol oleh Moise Kean. Bencana terjadi di menit ke-41. Alessandro Bastoni diusir keluar lapangan setelah melakukan pelanggaran sebagai orang terakhir.

Dan, menit ke-79 Bosnia menyamakan kedudukan lewat Haris Tabaković setelah tekanan panjang ke pertahanan Italia. Hingga peluit berakhir kedudukan tetap remis. Hasilnya? Ah, Italia gagal dalam dua eksekusi penting melalui Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante. Dari Italia, hanya Sandro Tonali yang berhasil mencetak gol.

Duka itu tidak lagi disuarakan lewat amarah, melainkan dalam keheningan yang pahit. Maklum, hasil ini bukan sekadar kegagalan lolos ke turnamen, melainkan cerminan krisis yang lebih dalam. Tentang regenerasi, identitas permainan, dan masa depan sebuah negeri yang dulu menjadi kiblat kuat si kulit bundar.

Gli Azzurri kini tidak hanya kehilangan tiket ke Piala Dunia. Mereka terbilang kehilangan arah, dan mungkin juga satu generasi. Bagaimana dengan Indonesia? (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.