Asal Gresik, Ini Identitas 1 Korban Tewas Tertimpa Rumah Kontainer Pertamina, 7 Nelayan Masih Hilang

oleh -133 Dilihat
IMG 3337
Korban Riszianto. (Foto: Ist/Andika DP)

KabarBaik.co – Satu korban hilang akibat insiden dua perahu tertimpa rumah kontainer milik Pertamina Hulu Energi – West Madura Offshore (PHE WMO) di perairan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura ditemukan meninggal dunia, Kamis (13/6).

Korban bernama Riszianto, 31, warga Sindujoyo, Kelurahan Kroman, Kecamatan/Kabupaten Gresik. “Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di sekitar lokasi kejadian,” kata Kasat Polairud Polres Gresik AKP Winardi, Kamis (13/6).

Dalam video amatir yang beredar, korban ditemukan dalam posisi mengapung di permukaan air laut. Tubuhnya mengembang dan kaku. Jenazah Riszianto berhasil dievakuasi dan diidentifikasi.

Masih menurut AKP Winardi, karena lokasi kejadian berada di Kabupaten Bangkalan pihaknya hanya bersifat membantu proses pencarian. “Karena korban-korbannya dari Gresik, kami juga membuka posko informasi untuk keluarga korban,” tandasnya.

“Jadi saat kejadian itu ada dua perahu, masing-masing mengangkut delapan orang. Saat ini, tujuh orang masih dalam pencarian (hilang, red). Satu ditemukan meninggal dunia tadi dan sisanya selamat,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, insiden nahas menimpa dua perahu yang mengangkut belasan orang asal Kabupaten Gresik. Perahu-perahu itu dikabarkan tenggelam setelah tertimpa bangunan rumah kontainer milik perusahaan pengeboran minyak.

Delapan nelayan selamat dari insiden tersebut. Satu orang baru saja ditemukan meninggal dunia dan tujuh sisanya masih belum diketemukan. Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/6) lalu di Perairan Klampis, Madura.

Peristiwa bermula saat dua perahu membawa 16 nelayan dengan tujuan mencari besi tua. Mereka biasanya menyelam untuk mencari besi tua di dasar laut atau membeli limbah besi bekas dari kapal-kapal yang berlabuh.

Tepat pada hari Selasa (11/6) sekitar pukul 23.00 WIB, kedua perahu tersebut diterjang cuaca buruk dan memaksa untuk berlindung di area PHE WMO. Mereka berlindung tepat di bawah bangunan rumah kontainer yang menggantung.

Nahas, karena cuaca buruk itu bangunan rumah kontainer tiba-tiba runtuh dan menimpa kedua perahu tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.