ASDP Terapkan Sterilisasi di Ketapang, Gapasdap: Momentum Bangun Budaya Keselamatan Pelayaran

oleh -116 Dilihat
IMG 20260805 WA0037 scaled
Penerapan face recognition di Pelabuhan Ketapang. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – PT ASDP Indonsesia Persero resmi menerapkan kebijakan sterilisasi di 6 pelabuhan di Indonesia per 5 Agustus 2026. Salah satunya di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menilai kebijakan ini menjadi momentum memperkuat Safety Awareness menuju Safety Culture.

Ketua DPP Gapasdap, Khoiri Utomo, mengapresiasi penerapan kebijakan sterilisasi tersebut. Terutama di lintasan Ketapang-Gilimanuk yang memiliki sejarah panjang tentang pelayaran di Indonesia. Selain sisi positif jadi urat nadi konektivitas Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Ketapang-Gilimanuk juga punya catatatan tragedi pelayaran yang menjadi pelajaran insan transportasi pelayaran.

Diantaranya, LCT Kaltim Mas II (1994), LCT Trisila Bhakti (1995), KMP Citra Mandala Bhakti (2000), KMP Rafelia II (2016), KMP Yunicee (2021) dan terakhir KMP Tunu Pratama Jaya (2025). Selain itu, pernah pula terjadi insiden LCT Pancar yang mengalami tenggelam namun berhasil diapungkan kembali.

“Daftar tersebut bukan untuk membuka kembali luka lama, tetapi menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah perjalanan yang harus terus diperbaiki. Setiap musibah membawa pelajaran yang sangat mahal. Tugas kita adalah memastikan pelajaran itu tidak pernah hilang dari ingatan generasi berikutnya,” ujar Khoiri.

Khoiri menegaskan bahwa implementasi sterilisasi pelabuhan tidak boleh dimaknai hanya sebagai pelaksanaan regulasi atau penataan fisik kawasan pelabuhan. Tapi harus dijadikan instrumen untuk membangun Budaya Keselamatan (Safety Culture).

“Keberhasilannya bukan diukur dari banyaknya pagar, portal, atau pembagian zona yang dibangun, melainkan dari tumbuhnya kesadaran dan disiplin seluruh insan transportasi dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama,” tegas Khoiri.

Sterilisasi pelabuhan ini bakal berlaku di 6 Pelabuhan. Diantaranya Ketapang, Gilimanuk, Merak Bakauheni, Kayangan dan Lembar. Penerapannya berupa pendataan seluruh individu, penerapan pemeriksaan identitas, hingga penataan ulang alur pergerakan masyarakat di lingkungan kawasan pelabuhan penyeberangan.

Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry, Rio Lasse mengatakan, seluruh stakeholder penyeberangan sepakat untuk mewujudkan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk jauh lebih aman dan teratur.

“Kita berharap upaya sterilisasi melalui sinergi seluruh pihak ini bisa mewujudkan pelabuhan aman, nyaman, serta mengedepankan aspek keselamatan pelayaran,” ujar Rio di Banyuwangi.

Sterilisasi ini ditujukan untuk membangun budaya sadar keselamatan bagi para penumpang maupun seluruh petugas lapangan. Selain itu juga pembenahan fasilitas teknis. Kini seluruh pekerja pelabuhan hingga pedagang asongan diwajibkan menggunakan identitas resmi serta rompi khusus guna memudahkan proses verifikasi data di lapangan.

“Disini kita mulai mengedukasi pengguna jasa, termasuk kita semua disini, baik petugas kemudian bapak ibu pedagang asongan juga sudah mulai memakai rompi kuning. Jadi semua sudah terdata dan semua sudah sama-sama sepakat untuk mendukung,” tambah Rio.

Ia menambahkan, penyaringan pengguna jasa diterapkan sejak pintu masuk melalui teknologi face recognition atau verifikasi wajah, serta validasi tiket yang wajib sesuai dokumen identitas penumpang. Kebijakan sterilisasi ini didukung penuh pemangku kepentingan, mulai KSOP, BPTD, pemda, hingga pengusaha kapal demi menjaga konsistensi keselamatan pelayaran jangka panjang. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.