KabarBaik.co – Pemkab Sidoarjo terus mematangkan strategi jangka panjang untuk mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di jalur padat kawasan Waru hingga pusat kota.
Salah satu langkah konkret yang dipastikan berjalan mulai 2026 adalah pembangunan dan penyambungan jaringan frontage road (FR) secara menyeluruh.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menyebutkan bahwa saat ini jalur frontage road dari Kecamatan Waru hingga Buduran sudah tersambung. Tahap selanjutnya adalah memperpanjang jalur tersebut hingga mencapai bawah Flyover (FO) Jenggolo.
Menurut Dwi, hambatan utama yang selama ini mengganjal kelanjutan proyek di wilayah Siwalanpanji, Buduran, kini telah teratasi. Proses pembebasan satu bidang lahan beserta bangunan rumah di titik krusial tersebut rampung pada awal tahun ini.
“Lahan sudah bebas. Awal 2026 langsung dilakukan pembongkaran dan dilanjutkan pembangunan Frontage Road,” kata Dwi, Sabtu (03/1).
Tak berhenti di sana, DPUBMSDA juga menyiapkan pembangunan frontage road pada ruas Kedungrejo Pasar Waru yang dijadwalkan mulai digarap pada 2026.
Ruas ini dinilai vital karena akan menjadi mata rantai penting penyambung jaringan FR dari kawasan perbatasan Surabaya menuju pusat Kabupaten Sidoarjo.
Dwi menegaskan, konektivitas antar ruas frontage road menjadi kunci agar fungsi jalan alternatif ini benar-benar efektif mengurangi beban lalu lintas di jalur arteri utama.
“Targetnya jaringan frontage road tersambung utuh dari wilayah perbatasan Surabaya sampai jantung Kota Sidoarjo,” ujarnya.
Keberadaan FR diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga memperlancar pergerakan masyarakat dan distribusi barang, yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi kawasan.
Untuk memastikan pemanfaatannya optimal, DPUBMSDA juga menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo dalam menyiapkan analisis dampak lalu lintas (andalalin) sebelum jalur tersebut difungsikan penuh.
“Kami ingin frontage road ini benar-benar efektif dan tidak menimbulkan masalah lalu lintas baru,” pungkas Dwi. (*)







