KabarBaik.co, Sidoarjo– Memasuki awal musim kemarau, cuaca di Jatim masih belum sepenuhnya beralih ke cuaca yang Cerah tiap harinya. Sejumlah wilayah masih berpotensi diguyur hujan yang menunjukkan bahwa peralihan musim belum berlangsung secara signifikan.
Berdasarkan data dari BMKG Juanda pada Rabu (8/4), kondisi cuaca pagi hari didominasi awan tebal atau mendung di berbagai daerah. Situasi ini menjadi indikasi bahwa atmosfer masih cukup lembap.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan diprakirakan turun di sejumlah wilayah seperti Banyuwangi, Blitar, Kediri, hingga sebagian wilayah Mataraman dan Tapal Kuda. Bahkan, beberapa daerah seperti Gresik dan Surabaya juga berpotensi mengalami hujan ringan pada sore hingga malam hari.
Sementara itu, sejumlah wilayah lain seperti Bojonegoro, Lamongan, hingga Ngawi sempat mengalami cuaca cerah pada pagi hari, namun tetap berpotensi berubah menjadi berawan dan disusul hujan ringan di siang hingga sore hari.
Suhu udara di Jawa Timur hari ini berkisar antara 21 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan cukup tinggi antara 64 hingga 99 persen. Kondisi ini turut mendukung terbentuknya awan hujan di berbagai wilayah.
Angin umumnya bertiup dari arah timur hingga barat laut dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 11 kilometer per jam. Pola angin ini turut memengaruhi distribusi awan hujan di sejumlah daerah.
Meski telah memasuki musim kemarau, kondisi cuaca di Jawa Timur masih belum sepenuhnya stabil. Di beberapa wilayah bahkan masih terpantau berawan tebal dan hujan ringan yang turun secara sporadis.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan, mengingat potensi hujan masih dapat terjadi hingga beberapa hari ke depan. (*)







