KabarBaik.co, Lombok Timur – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, khususnya Kecamatan Jerowaru, Senin (2/2).
Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang pada Jumat (30/1) sekitar pukul 10.30 WITA.
Peristiwa tersebut mengakibatkan genangan air di sejumlah permukiman warga di Desa Ekas Buana, Desa Kwang, dan Desa Seriwe.
Berdasarkan laporan BPBD, jumlah warga terdampak mencapai 145 Kepala Keluarga (KK) atau 568 jiwa dengan rincian 54 KK di Desa Ekas Buana, 3 KK di Desa Kwang, dan 88 KK di Desa Seriwe.
Hingga Senin (2/2), genangan air di beberapa titik masih belum sepenuhnya surut sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur serta unsur TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, dan aparat desa setempat.
Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diterjunkan untuk melakukan asesmen di lokasi terdampak, termasuk upaya penyedotan air di sejumlah wilayah.
Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan logistik tanggap darurat, mesin penyedot air, serta bahan bakar minyak (BBM) guna mendukung operasional penanganan bencana.
Pemprov NTB menyalurkan bantuan logistik berupa air mineral, 24 paket sandang, 20 lembar tikar, 20 paket sembako, 10 dus mie instan, serta paket bahan pangan lainnya. Logistik untuk korban bencana banjir di Kecamatan Jerowaru telah didistribusikan dan diterima secara resmi oleh pihak Kantor Camat Jerowaru.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.
Sekretaris BPBD Provinsi NTB, Ahmad Yani menyampaikan seluruh jajaran terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
“BPBD bersama seluruh pemangku kepentingan terkait terus berupaya memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat terdampak. Kami juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” ujarnya.
Selain penyaluran bantuan, BPBD Provinsi NTB juga melakukan pelaporan dan diseminasi informasi secara berkala guna memastikan data kejadian tetap akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.(*)








