Bantuan Beras 3 Bulan Disalurkan ke 184.313 KPM Surabaya, Dilarang Dijual-Ketahuan Di-blacklist

oleh -75 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 24 at 1.43.52 PM
Pemkot Surabaya dan Bulog Salurkan Beras Bantuan 3 Bulan Sekaligus untuk 184.313 KPM (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya — Pemkot Surabaya bersama Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya terus mendukung dan memfasilitasi penyaluran Program Bantuan Pangan Komoditas Beras untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026. Penyaluran serentak ini ditargetkan tuntas pada 15 September mendatang.

Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Pemkot Surabaya Anna Fajriatin meninjau langsung proses distribusi di Kecamatan Jambangan pada Senin (24/8). Dalam tinjauannya, Anna menjelaskan bahwa total penerima manfaat di Kota Surabaya mencapai 184.313 Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

Setiap KPM menerima total 30 kilogram beras sekaligus untuk jatah tiga bulan, di mana per bulannya warga mendapatkan 10 kilogram.

“Ini merupakan program dari pemerintah pusat untuk mengintervensi pengeluaran warga rentan dan tidak mampu. Pemkot Surabaya bertugas melakukan verifikasi data hingga membantu mekanisme penyaluran di lapangan,” ujar Anna.

Karang Taruna Dilibatkan untuk Pastikan Tepat Sasaran

Untuk memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran, Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan jajaran Karang Taruna. Lokasi pembagian tidak hanya dipusatkan di kantor kelurahan atau balai RW, melainkan menyesuaikan pemetaan lokasi yang telah disepakati oleh para camat dan lurah melalui koordinasi sebelumnya.

“Dalam proses penyalurannya, kami mengandeng adik-adik Karang Taruna di wilayah tersebut untuk membantu melakukan verifikasi data,” imbuhnya.

Pada penyaluran hari ini, distribusi dilakukan di beberapa wilayah meliputi: Kelurahan Jambangan untuk 403 KPM, Kelurahan Karah untuk 605 KPM, Kelurahan Pakis untuk 808 KPM, dan Kelurahan Kebonsari untuk 388 KPM.

Dilarang Dijual Kembali — Langsung Blacklist

Pemkot Surabaya menegaskan bahwa beras bantuan pangan ini dilarang keras untuk dijual kembali. Pengawasan ketat dilakukan secara berjenjang melalui camat, lurah, RT/RW, hingga Karang Taruna di tingkat basis. Selain itu, pada kemasan sak beras Bulog telah tertera stempel khusus penanda bantuan pemerintah.

Anna menyebutkan sejauh ini belum ditemukan kasus penjualan beras bantuan di Surabaya, namun langkah antisipasi tetap diberlakukan secara tegas.

“Jika ada penerima manfaat yang terbukti menjual beras bantuan ini, namanya akan langsung dicoret atau di-blacklist dari daftar penerima bantuan berikutnya,” tegas Anna.

Ia berharap bantuan beras berkesinambungan ini dapat secara nyata meringankan beban ekonomi warga kurang mampu, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok sehari-hari.

“Tentunya kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga yang membutuhkan,” tandasnya.

Bulog: Program Strategis Jaga Ketahanan Pangan

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Kantor Cabang (Kancab) Surabaya, Nur Fuad Indra Mitra, menegaskan bahwa Penyaluran Bantuan Pangan Komoditas Beras merupakan program strategis dari Pemerintah Pusat yang bertujuan langsung untuk menjaga ketahanan pangan dan menekan pengeluaran masyarakat rentan.

“Kami berharap program ini dapat meringankan beban kebutuhan pokok Bapak dan Ibu sekalian, sehingga potensi kerawanan pangan di tingkat keluarga dapat teratasi dengan baik,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.