KabarBaik.co – Pemkot Batu melalui Disperkim terus menjalankan program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Hingga semester I 2025, baru 64 dari 152 rumah tidak layak huni (rutilahu) yang berhasil diperbaiki. Jumlah itu setara 42 persen dari target tahun ini.
Program ini didukung anggaran APBD sebesar Rp 4,56 miliar dengan bantuan Rp 30 juta per rumah. Kepala Disperkim Arief As Siddiq menyebutkan, dari 103 proposal yang masuk, hanya 64 yang memenuhi syarat. Sisanya gugur karena tak sesuai kriteria.
“Bantuan dicairkan dua termin agar pembangunan cepat dan terkontrol,” ujar Arief di Balaikota Among Tani Kota Batu, Kamis (24/7).
Menurut Arief, tahun lalu sebanyak 99 rumah berhasil diperbaiki. Tahun ini ditargetkan lebih agresif dengan semangat gotong royong serta dukungan donatur lokal. “Program ini sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan. Data terbaru menunjukkan angka kemiskinan Kota Batu turun dari 3,79 persen (2023) menjadi 3,31 persen (2024),” tandasnya.
Arief menjelaskan bahwa program bedah rumah mencakup perbaikan atap, lantai, dinding, hingga fasilitas MCK, dengan standar sanitasi yang layak. Disperkim kini memverifikasi ulang sisa kuota 88 rumah agar bisa terserap optimal di semester II. (*)








