KabarBaik.co, Mataram — Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram Yogi Abaso Mataram menegaskan bahwa penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) tidak boleh berhenti pada aspek administratif. Ia menuntut implementasi nyata di lapangan agar keamanan pangan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Harapannya tidak hanya penilaian namun realisasi di lapangan bahwa Kota Mataram menjadi salah satu kab/kota yang telah menerapkan keamanan pangan secara konsisten di tahun mendatang,” tegasnya, Selasa (28/4).
Pernyataan itu disampaikan Yogi di tengah persiapan assessment keamanan pangan 2026, di mana Kota Mataram menjadi salah satu daerah yang akan dinilai di wilayah kerja BBPOM Mataram.
Menurut Yogi, penilaian dilakukan lintas kementerian, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertanian, bersama pihak terkait lainnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat pelaksanaan program keamanan pangan 2026 di Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram.
Rapat dipimpin Asisten II Setda Kota Mataram Bidang Perekonomian dan Pembangunan Miftahurrahman. Ia menekankan seluruh OPD segera melengkapi data dukung dan menyusun timeline yang jelas sebagai bagian dari kesiapan menghadapi penilaian KKPA 2026.
Agenda rapat mencakup strategi pemenuhan indikator KKPA, optimalisasi realisasi Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bantuan Operasional Kesehatan (DAK NF BOK) POM 2026, serta penguatan peran Tim Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan Kota Mataram. Sinkronisasi program lintas OPD juga menjadi fokus agar selaras dengan target nasional.
Program KKPA sendiri bertujuan mendorong pemerintah daerah membangun sistem pengawasan pangan yang konsisten, terukur, dan komprehensif. Penilaian tidak hanya berbasis dokumen, tetapi pada efektivitas implementasi di lapangan mulai dari hulu hingga hilir.
Rapat ini dihadiri sejumlah OPD terkait, seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, hingga instansi teknis lainnya. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat pengawasan serta memastikan pangan yang beredar di Kota Mataram aman, bermutu, dan layak konsumsi.(*)








