Begal Bangkalan Tewas Tertembus Timah Panas Petugas, Melawan Saat Ditangkap

oleh -1659 Dilihat
IMG 20250307 WA0003
Jenazah pelaku saat berada di RS Bhayangkara Polda Jatim. (Yudha)

KabarBaik.co – Residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Bangkalan berinisial Y, 30 tahun, tewas ditembak polisi setelah berusaha menyerang petugas saat akan ditangkap.

Tersangka yang diketahui sudah tiga kali keluar-masuk penjara ini akhirnya meregang nyawa setelah dada dan lehernya tertembus timah panas di kawasan Gunung Anyar, Surabaya, Jumat (7/3) dinihari.

Perlu diketahui, tersangka telah beraksi sejak 2018 dan selalu membawa senjata tajam berupa celurit saat melakukan pencurian. Upaya penangkapan dilakukan oleh anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim setelah sebelumnya menangkap tiga anggota komplotannya. Dari pemeriksaan para tersangka yang lebih dahulu diamankan, petugas memperoleh informasi bahwa Y merupakan pelaku utama yang selalu membawa senjata tajam saat beraksi.

Kasubdit Jatanras AKBP Arbaridi Jumhur menegaskan bahwa tindakan tegas terukur terpaksa dilakukan lantaran tersangka mencoba menyerang petugas.

“Tersangka memang selama ini selalu membawa celurit saat melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor. Dan tadi saat akan ditangkap oleh anggota kami, dirinya berusaha menyerang menggunakan senjata yang dibawa sehingga kami lakukan tindakan tegas terukur,” terangnya.

Lebih lanjut, Jumhur mengungkapkan bahwa sebelum menangkap Y, pihaknya telah menangkap tiga orang yang merupakan anggota komplotannya. Dari pemeriksaan ketiga pelaku tersebut, polisi mendapatkan gambaran jelas mengenai sepak terjang Y yang dikenal licin dan kerap kali berhasil meloloskan diri dari pengejaran.

“Berdasarkan keterangan tiga tersangka yang diamankan sebelumnya, kami mendapat informasi sepak terjangnya yang selalu membawa senjata tajam saat beraksi,” tambahnya.

Saat proses pengejaran, petugas sempat kehilangan jejak tersangka. Namun, setelah dilakukan koordinasi dan penyebaran tim di beberapa titik, keberadaan Y akhirnya diketahui.

“Anggota yang melakukan pembuntutan, sempat kehilangan jejak, dan setelah dilakukan koordinasi dan pengejaran dapat diketahui saat berada di kawasan Gunung Anyar,” bebernya lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa Y merupakan pelaku yang sangat aktif dalam menjalankan aksinya. Dalam seminggu, ia bisa melakukan pencurian hingga empat kali, bahkan dalam sehari bisa mencuri tiga hingga empat kendaraan di lokasi yang berbeda.

“Berdasarkan keterangan tiga komplotannya yang kami amankan sebelumnya, tersangka ini dalam seminggu beraksi sampai 4 kali, bahkan dalam sehari bisa melakukan pencurian 3 sampai 4 kali di beberapa lokasi berbeda,” imbuhnya.

Catatan kepolisian menunjukkan bahwa selama tujuh tahun beraksi, Y telah melakukan pencurian kendaraan bermotor hingga ratusan kali. Modus yang digunakannya adalah beroperasi di berbagai wilayah dengan membawa celurit untuk mengancam korban maupun orang-orang di sekitarnya. Polisi juga menduga bahwa sebagian besar kendaraan curian telah dijual ke luar daerah melalui jaringan penadah.

“Kami tetap berkomitmen untuk memberantas kejahatan jalanan, termasuk curanmor, agar masyarakat merasa lebih aman dan nyaman,” pungkas Jumhur. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.