KabarBaik.co – Warga Binaan Lapas Banyuwangi belum seluruhnya belum masuk sebagai daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada 2024. Sehingga perlu ada sinkronisasi data.
Belum masuknya data warga binaan itu, dipastikan setelah Kepala Lapas Banyuwangi Agus Wahono menerima data dari PPS Penataban. Hasilnya masih baru 98 persen warga binaan yang terdata di DPT.
“Dari data yang diterima Lapas, belum seluruhnya warga binaan masuk DPT, dikarenakan adanya tahanan yang baru masuk, sehingga harus melalui proses sinkronisasi data. Kami akan upayakan yang belum untuk bisa masuk dalam DPTb (Daftar Pemilih Tambahan),” kata dia.
Lapas tengah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara agar nantinya setiap warga binaan dapat menyalurkan hak pilihnya di Pilkada 27 November mendatang.
Agus menambahkan, ada dua tempat pemungutan suara (TPS) khusus yang disiapkan di Lapas Banyuwangi untuk menampung suara dari warga binaan.
“Jumlah TPS khusus ini lebih sedikit bila dibandingkan saat Pemilu lalu sebanyak empat TPS khusus,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PPS Penataban Achmad Fikru akan mengupayakan sinkronisasi data untuk mengakomodir warga binaan yang belum masuk DPT.
“Kami bersama KPU Banyuwangi akan saling koordinasi untuk mengupayakan agar sisa warga binaan yang belum masuk DPT dapat masuk DPTb,” pungkasnya.(*)






