Belum Pulih Tragedi Bencana di Sumatera, Banjir Bandang Terjang Sitaro, 16 Korban Meninggal

oleh -119 Dilihat
BANJIR SITARO
lustrasi: Banjir bandang melanda sejumlah permukiman di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Senin dini hari. ANTARA/Stenly Gaghunting

KabarBaik.co- Belum sepenuhnya pulih duka akibat rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, kini musibah serupa kembali menimpa Indonesia timur. Banjir bandang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, dan Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menewaskan belasan warga dan memaksa ratusan lainnya mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan status tanggap darurat bencana telah diberlakukan di wilayah terdampak. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung sejak 5 hingga 18 Januari 2026.

“Penetapan status tanggap darurat ini menjadi dasar percepatan penanganan bencana di lapangan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu (7/1).

Status tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Kepulauan Sitaro Nomor 1 Tahun 2026, menyusul banjir bandang yang terjadi pada Senin (5/1) dini hari akibat hujan berintensitas tinggi. Sungai-sungai meluap secara tiba-tiba sekitar pukul 02.30 WITA, menerjang permukiman warga.

Banjir bandang berdampak pada empat kecamatan, yakni Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Hingga Selasa (6/1) pukul 14.00 WIB, Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat 16 orang meninggal dunia, sementara tiga warga lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim gabungan.

“Fokus penanganan saat ini adalah pencarian korban hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak,” kata Abdul Muhari.

Ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sebanyak 682 jiwa tercatat mengungsi ke lokasi yang lebih aman dengan pendampingan petugas. Dari total korban meninggal, lima orang telah teridentifikasi, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses.

Selain korban jiwa, dampak kerusakan juga cukup signifikan. Tujuh rumah dilaporkan hanyut, lebih dari 120 rumah mengalami rusak ringan hingga berat, serta terjadi kerusakan pada akses jalan dan sejumlah infrastruktur publik.

Di sektor kesehatan, 22 warga mendapatkan perawatan di puskesmas setempat, sementara dua korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Manado untuk penanganan medis lanjutan akibat luka serius.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur TNI-Polri terus mengerahkan sumber daya guna mempercepat penanganan darurat. Di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.