Berlangsung di Malang Raya, ICCF 2025 Disebut Jadi Momentum Sinergi Lintas Kota

oleh -290 Dilihat
IMG 20251107 WA0016
Ketua ICCN, Fiki Satari saat pembukaan ICCF 2025 Malang Raya di Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Fiki Satari menegaskan, bahwa pelaksanaan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di Malang Raya menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi lintas kota dan komunitas kreatif di Indonesia.

“ICCF tahun ini spesial, karena untuk pertama kalinya diselenggarakan lintas kota di Malang Raya yang melibatkan Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang. Ini menjadi display konkret bagaimana komunitas kreatif bergerak bersama dalam kolaborasi dan sinergi,” ujar Fiki Satari.

Ia menjelaskan, ICCN selama tiga tahun terakhir memiliki peta jalan (roadmap) program bertema Community Power (2022), Kotaborasi atau kolaborasi lintas kota (2024), hingga Sustanation Ability di 2025 yang menekankan bangsa yang lestari.

Menurutnya, penyelenggaraan ICCF 2025 di Malang Raya dengan tema “Nusantararaya” merupakan kelanjutan dari semangat Kotaborasi tahun sebelumnya. “Tahun ini, kami menghadirkan 260 komunitas kreatif dan 12 agenda besar dalam ICCF. Ini menjadi momentum untuk menampilkan karya dan kolaborasi kreatif yang hidup 365 hari dalam setahun,” tambahnya.

Fiki menyebut bahwa Kota Batu memiliki potensi besar untuk menjadi kota gastronomi dunia di bawah jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Ia menilai sinergi para pemangku kepentingan dan kekayaan kuliner lokal menjadi modal kuat menuju pengakuan internasional.

“Saya optimis Kota Batu bisa menjadi kota gastronomi dunia. Tapi tentu harus melengkapi seluruh persyaratan UNESCO. Setiap negara hanya bisa mencalonkan dua kota dalam dua tahun, dan seleksi dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU),” jelasnya.

Fiki mencontohkan potensi kuliner unggulan Kota Batu seperti tempe menjes dan produk berbasis kacang lokal yang bisa menjadi identitas gastronomi daerah. “Kalau kedelai itu masih impor, tapi tempe kacang menjes asli dari petani lokal. Ini kekuatan kita, produk otentik Kota Batu yang bisa jadi senjata menuju kota gastronomi dunia,” tegasnya.

Selain menyoroti potensi kuliner, Fiki juga menekankan pentingnya narasi dan konteks dalam membangun citra kota kreatif. “Kuncinya bukan hanya potensi, tapi bagaimana gastronomi menjadi solusi kesejahteraan warga dan keberlanjutan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Kegiatan ICCF 2025 akan berlangsung hingga 9 November 2025 dengan berbagai agenda lintas kota, mulai dari konferensi kreatif di Kota Malang hingga tur kreatif (creative tour) di Kabupaten Malang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.