Bertahan dan Bertumbuh di Tengah Keterbatasan, UMKM Surabaya Berjuang Naik Kelas

oleh -94 Dilihat
Warkop UMKM
Akses permodalan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pengembangan UMKM.

KabarBaik.co, Surabaya – Di tengah geliat ekonomi Kota Surabaya, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berupaya bertahan sekaligus berkembang. Namun di balik semangat tersebut, masih tersimpan berbagai tantangan yang belum sepenuhnya terurai—mulai dari keterbatasan modal, lemahnya personal branding, hingga adaptasi terhadap teknologi digital.

Di kawasan Tenggilis Mejoyo, denyut UMKM terasa hidup melalui beragam produk kuliner rumahan. Mulai dari Ayam Krispi, siomay, kebab, tahu bakso, hingga minuman tradisional seperti sinom, menjadi bukti kreativitas warga dalam menggerakkan roda ekonomi. Sayangnya, potensi itu kerap tersendat oleh persoalan klasik: keterbatasan permodalan.

Ketua UMKM Tenggilis Mejoyo, Pinto Yuliwati, mengungkapkan bahwa banyak pelaku usaha sebenarnya telah memiliki produk yang layak bersaing. Namun, minimnya modal membuat mereka kesulitan memperluas skala usaha.

“Banyak UMKM sudah punya produk bagus, tapi saat mendapat pesanan besar, misalnya ratusan porsi, mereka belum tentu bisa langsung memenuhi. Karena itu biasanya harus menerapkan sistem uang muka atau DP 50 persen,” ujarnya saat ditemui, Selasa (14/4).

Menurut Pinto, skema tersebut bukan hanya untuk mengatasi keterbatasan modal, tetapi juga sebagai langkah antisipasi terhadap risiko penipuan. Meski demikian, kondisi ini menunjukkan bahwa akses permodalan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pengembangan UMKM.

Tak hanya soal modal, tantangan lain juga datang dari sisi pemasaran dan pemanfaatan teknologi. Pendamping UMKM, Dika Maharu, menilai masih banyak pelaku usaha yang belum optimal memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan bisnisnya.

Padahal, di era saat ini, kehadiran digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Masih banyak UMKM yang belum terhubung dengan ekosistem digital. Padahal, ini penting untuk memperkuat branding sekaligus meningkatkan penjualan,”
katanya.

Dika menekankan pentingnya sinergi antar pihak—mulai dari pemerintah, komunitas, hingga sektor swasta—untuk mendorong UMKM agar bisa naik kelas. Kolaborasi dinilai menjadi kunci untuk membuka akses pelatihan, pendampingan, hingga peluang pasar yang lebih luas.

Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara strategi pemasaran offline dan online. Keikutsertaan dalam bazar dan pameran tetap relevan, namun perlu diperkuat dengan kehadiran di platform digital agar jangkauan pasar semakin luas.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, harapan tetap tumbuh. Para pelaku UMKM di Surabaya terus beradaptasi, belajar, dan mencari cara untuk bertahan. Dukungan yang tepat dan berkelanjutan diharapkan mampu mengubah berbagai tantangan menjadi peluang nyata.

Dengan kolaborasi yang kuat, upaya mendorong UMKM naik kelas bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju kemandirian ekonomi yang lebih inklusif.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.