KabarBaik.co, Tuban — Pemerintah bersama Pertamina memastikan pasokan dan distribusi LPG bersubsidi 3 kilogram di Kabupaten Tuban dalam kondisi aman dan mencukupi. Hal itu terungkap setelah Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM bersama Pertamina Patra Niaga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik distribusi.
Peninjauan dilakukan mulai dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) hingga pangkalan LPG, sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran rantai pasok di lapangan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dirjen Migas, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, serta jajaran manajemen regional Jatimbalinus.
Kunjungan diawali di SPBE PT Purbaya Bagelen Mandiri di Kecamatan Widang. Di lokasi ini, tim melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana guna memastikan operasional berjalan optimal dalam mendukung penyaluran LPG ke masyarakat.
Selanjutnya, rombongan meninjau pangkalan LPG di wilayah Kebonsari, Kecamatan Tuban. Di tingkat pangkalan, pengawasan difokuskan pada kesesuaian distribusi LPG 3 kg, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Selain itu, dilakukan dialog dengan pemilik pangkalan untuk memastikan koordinasi distribusi berjalan baik.
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa hasil peninjauan menunjukkan kondisi pasokan dalam keadaan aman.
“Dari hasil pengecekan di SPBE, seluruh proses berjalan lancar dan pasokan aman. Kami juga turun ke pangkalan dan sempat mendapati adanya antrean pada awal pekan, namun saat ini sudah tidak terjadi lagi dan masyarakat telah terlayani dengan baik,” ujarnya dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (14/4).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya, stok LPG dalam kondisi cukup dan distribusi terus berjalan normal.
Senada, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menegaskan bahwa pengecekan ini merupakan tindak lanjut atas laporan antrean LPG di Tuban beberapa waktu lalu.
“Per hari ini kondisi distribusi sudah normal, tidak ada antrean. Kami memastikan stok tetap tersedia di pangkalan. Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying, cukup membeli sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pertamina terus menjaga keandalan distribusi LPG tidak hanya di Tuban, tetapi juga di seluruh wilayah Regional Jatimbalinus melalui sistem distribusi yang terintegrasi dan pengawasan berkelanjutan.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan koordinasi dengan pemerintah dan mitra usaha terus diperkuat guna menjaga stabilitas pasokan energi. Masyarakat pun diimbau menggunakan LPG secara bijak agar distribusi dapat berlangsung merata dan berkelanjutan.






