KabarBaik.co, Surabaya – Dua institusi medis terkemuka asal Malaysia, Hospital Picasso dan Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur (CVSKL) kian serius menggarap pasar kesehatan Surabaya.
Melalui pengenalan teknologi bedah robotik dan prosedur minimal invasif, keduanya menargetkan peningkatan jumlah pasien internasional hingga 15 persen pada akhir tahun ini.
Selama ini, pasien asal Indonesia tercatat menjadi kontributor signifikan dengan porsi sekitar 12 persen dari total pasien internasional mereka. Surabaya pun masuk dalam tiga besar kota penyumbang pasien terbanyak, selain Jakarta dan Medan.
Assistant Manager International Marketing Hospital Picasso dan CVSKL, Sharizal Zairill Bin Ahmad Khairy, menjelaskan bahwa salah satu daya tarik utama bagi warga Surabaya adalah pemanfaatan teknologi Robotic Surgery dan Advanced Minimally Invasive Surgery yang dinilai lebih presisi dan mempercepat pemulihan pasien.
Untuk kasus jantung di CVSKL, misalnya, prosedur pemasangan stent hingga operasi bypass koroner (CABG) kini dapat dilakukan tanpa pembedahan besar.
“Kami menggunakan prosedur yang lebih maju. Untuk tindakan jantung, tidak ada operasi besar dengan luka parut panjang. Prosedur cukup melalui tiga titik tusukan kecil. Dampaknya, pasien minim rasa sakit, masa pemulihan lebih cepat, dan bisa segera kembali beraktivitas,” ujar Sharizal saat ditemui di Surabaya, Kamis (26/2).
Tak hanya fokus pada layanan kardiovaskular dan urologi, Hospital Picasso juga membawa solusi bagi pasien perempuan, khususnya dalam penanganan endometriosis—kondisi yang kerap memicu nyeri haid hebat hingga gangguan kesuburan.
Melalui kehadiran dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Dr. Sharifa, Hospital Picasso memperkenalkan metode Microwave Ablation untuk menangani endometriosis. Teknik ini menggunakan energi gelombang mikro untuk menghancurkan jaringan endometriosis tanpa sayatan besar.
Keunggulan prosedur ini antara lain proses tindakan yang relatif singkat, minim rasa nyeri, serta masa pemulihan yang cepat. Pasien bahkan umumnya sudah diperbolehkan melakukan perjalanan kembali ke Indonesia dalam waktu sekitar tiga hari setelah tindakan.
Selain itu, kedua rumah sakit tersebut juga menawarkan layanan penanganan kanker prostat, kanker payudara, hingga gangguan irama jantung (aritmia) dengan dukungan teknologi medis terkini dan tim dokter spesialis berpengalaman.
Sharizal menegaskan, kehadiran pihaknya di Surabaya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pilihan pengobatan alternatif yang mengedepankan presisi, teknologi modern, serta waktu pemulihan yang lebih singkat.
“Kami melihat potensi Surabaya sangat besar. Dengan fasilitas dan keahlian yang kami miliki, kami siap menjadi salah satu rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis kompleks dengan pendekatan yang lebih canggih dan efisien,” pungkasnya.







