KabarBaik.co, Denpasar – Sebuah mobil Daihatsu Xenia dilaporkan hilang dari area parkiran sebuah hotel di Denpasar, Bali. Kejadian ini diduga kuat dilakukan oleh oknum debt collector yang sebelumnya sempat berinteraksi dengan pemilik kendaraan.
Korban, Pradikta Rengga Widiasmara, warga Gresik, menceritakan bahwa insiden bermulai pada Rabu (27/5) pagi. Saat dirinya dan rombongan hendak keluar dari hotel untuk membeli oleh-oleh, mereka didatangi oleh dua orang yang mengaku sebagai pihak leasing atau perusahaan pembiayaan.
“Kejadian ini berawal dari hari Rabu pagi ketika kami mau keluar untuk cari oleh-oleh. Pas di dalam mobil, tiba-tiba kami didatangi oleh dua orang yang mengaku dari pihak finance (leasing). Namun ketika saya tanyakan identitas dan kelengkapan surat-surat, mereka tidak bisa menunjukkan,” ujar Pradikta, Kamis (28/5).
Karena merasa curiga dan tidak adanya bukti legalitas yang sah, Pradikta memutuskan untuk tidak meladeni mereka. Ia dan rombongan akhirnya meninggalkan mobil berarna outih itu dan melanjutkan perjalanan menggunakan layanan transportasi online demi keamanan.
Dalam komunikasi sebelumnya, sempat muncul permintaan sejumlah uang, namun hal tersebut tidak dihiraukan oleh korban.
Keributan dan Pembiaran Keamanan
Sore harinya, saat korban kembali ke hotel setelah berbelanja, situasi memanas. Di area parkiran sudah terlihat banyak orang yang diduga sebagai debt collector. Terjadi keributan antara kedua belah pihak.
Yang menjadi sorotan, menurut korban, pihak keamanan hotel terlihat tidak tegas dan seakan membiarkan kejadian tersebut.
“Pihak keamanan dari hotel seakan-akan tidak membela tamu dan terjadi pembiaran oleh orang-orang tidak dikenal. Dalam komunikasi tersebut ada intimidasi terkait pemerasan uang sebesar Rp 25 juta,” tambahnya.
Untuk menghindari bentrokan yang lebih parah, korban memilih untuk meninggalkan lokasi kembali dan mencari makan di tempat lain.
Mobil Raib Saat Kembali
Malam harinya, keterkejutan pun terjadi. Mobil yang diparkirkan dengan aman raib tak berbekas.
“Ketika pulang ke hotel, kami menemukan unit mobil sudah tidak ada di tempat,” ungkapnya dengan kecewa.
Korban menduga bahwa mobil bernopol W 1506 BZ tersebut dibawa paksa oleh oknum yang sama yang sebelumnya menagih, meskipun tidak ada prosedur penarikan kendaraan yang sah secara hukum.
Lapor Polisi dan Minta Pertanggungjawaban Hotel
Saat ini, korban sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk diproses hukum. Selain menuntut kejelasan nasib kendaraannya, Pradikta juga meminta pertanggungjawaban penuh dari manajemen Hotel.
“Kami meminta pihak hotel bertanggung jawab penuh atas hilangnya mobil yang berada di area hotel. Kami juga menanyakan standar operasional prosedur (SOP) keamanan hotel yang mengakibatkan satu unit mobil bisa hilang begitu saja dari area parkiran mereka,” tegasnya. (*)






