KabarBaik.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (7/1). Berdasarkan rilis resmi BMKG pada pukul 08.15 WITA, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah NTB.
BMKG mencatat, pada pukul 08.20 WITA potensi cuaca ekstrem mulai terjadi di Lombok Barat, meliputi Sekotong dan Gunungsari, serta di Lombok Tengah pada wilayah Praya Barat. Di Pulau Sumbawa, hujan lebat disertai petir berpeluang terjadi di Lunyuk, Alas, Ropang, Alas Barat (Kabupaten Sumbawa), Kilo (Dompu), serta sejumlah kecamatan di Kabupaten Bima seperti Monta, Bolo, Woha, Belo, Wawo, Sape, Langgudu, Lambu, dan Madapangga.
Cuaca buruk diperkirakan meluas ke wilayah Gerung, Kediri, Narmada, Labuapi, Lingsar, Lembar, Batu Layar, dan Kuripan di Lombok Barat. Sementara di Lombok Tengah meluas ke Praya, Jonggat, Pujut, Praya Timur, Praya Tengah, dan Praya Barat Daya. Di Lombok Timur, potensi hujan lebat diperkirakan terjadi di Jerowaru.
BMKG juga memperkirakan hujan sedang hingga lebat disertai petir meluas ke wilayah Utan, Batu Lanteh, Buer, Rhee, Lenangguar, dan Orong Telu di Kabupaten Sumbawa, serta Dompu dan Woja di Kabupaten Dompu. Di Kabupaten Bima, cuaca ekstrem berpotensi meluas ke Wera, Donggo, Sanggar, Ambalawi, Tambora, Soromandi, Lambitu, dan Palibelo.
Untuk wilayah Sumbawa Barat, hujan lebat diperkirakan terjadi di Jereweh, Taliwang, Seteluk, Brang Rea, serta meluas ke Sekongkang, Poto Tano, Brang Ene, dan Maluk. Di Lombok Utara, potensi hujan terjadi di Pemenang dan meluas ke Tanjung. Sementara di Kota Mataram, hujan lebat berpotensi terjadi di Ampenan, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, dan Sandubaya. Di Kota Bima, cuaca ekstrem diperkirakan meluas ke Rasanae Timur, Asakota, Raba, dan Mpunda.
BMKG menyebutkan, kondisi cuaca ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 11.20 WITA. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir, genangan air, pohon tumbang, serta dampak angin kencang dan petir, serta terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.(*)






