Bojonegoro Raup Rp 23,96 Triliun dari DBH Migas Selama Satu Dekade

oleh -505 Dilihat
WhatsApp Image 2025 07 11 at 12.30.14
Lapangan migas Banyu Urip di Kecamatan Gayam, Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Kabupaten Bojonegoro mencatatkan capaian fantastis dari sektor minyak dan gas bumi (migas). Selama sepuluh tahun terakhir, yakni sejak 2015 hingga 2024, daerah berjuluk Lumbung Energi Nasional ini mengantongi pendapatan sebesar Rp 23,96 triliun dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dan DBH Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Migas.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro, Teguh Ratno Sukarno, dalam laporan capaian kinerja APBN, Jumat (11/7). Dana yang diterima merupakan bagian dari transfer ke daerah (TKD) sebagai kompensasi atas eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam di wilayah Bojonegoro.

“Dalam capaian kinerja APBN, salah satu komponen penting adalah penyaluran dana bagi hasil ke daerah, termasuk DBH Migas dan DBH PBB Migas yang menjadi hak Kabupaten Bojonegoro,” ujar Teguh.

Dari total Rp 23,96 triliun tersebut, Rp 18,67 triliun berasal dari DBH Migas dan Rp 5,28 triliun dari DBH PBB Migas. Dana ini menjadi salah satu penyumbang utama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro.

Adapun proyeksi penerimaan migas untuk 2025 mencapai Rp 2,76 triliun, dengan rincian Rp 1,94 triliun dari DBH Migas dan Rp 819,30 miliar dari DBH PBB Migas. Hingga triwulan kedua 2025, dana yang telah disalurkan ke kas daerah mencapai Rp 777,53 miliar (DBH Migas) dan Rp 327,72 miliar (DBH PBB Migas).

Besarnya pendapatan ini tidak lepas dari kontribusi beberapa lapangan migas raksasa yang beroperasi di Bojonegoro. Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris (Blok Cepu) yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) merupakan penyumbang terbesar produksi minyak nasional. Selain itu, Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang dioperatori PT Pertamina EP Cepu (PEPC), serta Lapangan Sukowati yang dikelola PT Pertamina EP Sukowati Field, juga memberikan kontribusi signifikan.

Rincian penerimaan DBH Migas dan DBH PBB Migas Bojonegoro selama 2015–2024, yaitu:

  • 2015 : Rp 824,72 miliar
  • 2016 : Rp 1,01 triliun
  • 2017 : Rp 2,01 triliun
  • 2018 : Rp 1,53 triliun
  • 2019 : Rp 2,46 triliun
  • 2020 : Rp 2,56 triliun
  • 2021 : Rp 3,44 triliun
  • 2022 : Rp 3,27 triliun
  • 2023 : Rp 4,25 triliun (tertinggi)
  • 2024 : Rp 2,56 triliun

Dengan penerimaan fantastis tersebut, Bojonegoro semakin memperkuat posisinya sebagai daerah penghasil migas terbesar di Indonesia sekaligus menjadi tulang punggung pembangunan daerah melalui optimalisasi pendapatan dari sektor energi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.