KabarBaik.co, Blitar – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memberikan bonus bagi atlet peraih medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur tahun 2025.
Namun di balik apresiasi tersebut, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyoroti penurunan peringkat kontingen Kota Blitar pada ajang olahraga tingkat provinsi itu.
Dalam pemberian bonus tersebut, atlet peraih medali emas menerima Rp 30 juta, medali perak Rp 22 juta, dan medali perunggu Rp 10 juta.
“Pemerintah memberikan apresiasi yang lumayan kepada atlet berprestasi. Yang emas kita berikan Rp 30 juta, apalagi ini menjelang Lebaran jadi bisa dimanfaatkan,” ujar Mas Ibin, Minggu (15/3).
Meski memberikan apresiasi cukup besar, ia menegaskan capaian prestasi Kota Blitar dalam Porprov justru mengalami penurunan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
“Faktanya prestasi kita menurun. Dari peringkat 18 turun ke peringkat 28. Ini tentu menjadi tantangan yang harus kita evaluasi bersama,” katanya.
Pada ajang tersebut, kontingen Kota Blitar meraih total 37 medali yang terdiri dari 8 medali emas, 13 perak, dan 16 perunggu.
Walkot menegaskan bahwa besarnya bonus tidak selalu berbanding lurus dengan prestasi yang diraih. Karena itu, ia meminta seluruh pihak, mulai atlet, pelatih, hingga ofisial melakukan evaluasi menyeluruh.
“Belum tentu apresiasi besar itu linear dengan prestasi. Maka ke depan harus ada lompatan prestasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar para atlet tidak bersikap manja dan lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
“Jangan hanya ribut soal hal-hal lain, tapi prestasinya tidak ada. Atlet harus menunjukkan semangat latihan dan strategi yang tepat untuk meraih medali,” ungkapnya.
Menurutnya, strategi pembinaan olahraga juga perlu diperbaiki, termasuk menentukan cabang olahraga prioritas yang berpotensi menyumbang medali.
“Perlu strategi, misalnya memilih cabang yang berpotensi dan efisien untuk meraih medali. Itu juga bagian dari upaya meningkatkan prestasi,” pungkasnya.(*)







