KabarBaik.co, Pasuruan – Aksi kekecewaan atas kecilnya bonus atlet Kota Pasuruan yang berlaga di Porprov 2025 di Malang Raya terus berlanjut. Massa yang tergabung dalam Generasi Muda Komunikasi Putra-putri TNI-Polri Indonesia menggelar unjuk rasa karena bonus yang didapat atlet tidak sesuai dengan yang dijanjikan sebelumnya.
Aksi yang juga diikuti perwakilan pelatih cabang olahraga (cabor) itu berlangsung di depan kantor Wali Kota Pasuruan. Mereka menyebut bonus atlet yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan turun drastis dari yang dijanjikan sebelumnya. Misalnya, atlet peraih medali emas yang dijanjikanRp 30 juta hanya menerima Rp 10 juta.
Begitu juga peraih medali perak yang dijanjikan Rp 20 juta hanya menerima Rp 7,5 juta, sedangkan meraih medali perunggu dari Rp 10 juta menjadi Rp 5 juta. Ayi Suhaya, Ketua GM KPPI Pasuruan menyampaikan bahwa Pemkot Pasuruan tidak memperhatikan kesejahteraan atlet. Padahal atlet telah mengeluarkan biaya cukup besar dari saku sendiri dan waktu lama untuk persiapan Porprov.
“Latihan 1,5 tahun dengan biaya cukup besar, tapi apa yang diberikan kepada atlet yang mengharumkan nama daerahnya. Sangat tidak sebanding,” tegas Ayi Suhaya, Senin (2/3).
Menurut Ayi, aksi turun ke jalan yang dilakukan hari ini menuntut Pemkot Pasuruan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga agar tergugah memberikan bonus seperti yang dijanjikan sebelumnya. “Dispora dan Wali Kota agar tahu nasib generasi muda atlet-atlet Kota Pasuruan yang banyak memperoleh medali. Apabila tidak diperhatikan, bisa lari ke luar daerah dengan bonus lebih besar,” terangnya.
Di tempat yang sama, Wahyu mewakili para pelatih menyampaikan kekecewaannya terhadap Pemkot Pasuruan yang tidak mampu mensejahterakan para atlet. Padahal mereka telah mengeluarkan biaya cukup besar untuk menjadi juarai. “Kami dari perwakilan pelatih hanya minta kembalikan bonus atlet-atlet sesuai yang dijanjikan,” jelas Wahyu.
Asisten pelatih cabor MMA ini berharap Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, segera merealisasikan pemberian bonus yang dijanjikan agar atlet tetap latihan dan mempertahankan prestasinya. “Dengan bonus yang diperoleh atlet-atlet kembali semangat berlatih, dimana banyak atlet berprestasi yang dimiliki Kota Pasuruan,” tutup Wahyu. (*)






