KabarBaik.co, Surabaya – KAI Commuter resmi memperpanjang layanan Commuter Line Supas (Surabaya–Pasuruan) hingga Probolinggo mulai 1 Maret. Kebijakan ini diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung mobilitas pekerja, mahasiswa, dan pelaku usaha di kawasan tapal kuda Jawa Timur.
Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter, Heri Siswanto, mengatakan perpanjangan relasi ini merupakan hasil koordinasi bersama Pemerintah Kota Probolinggo, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, serta para pemangku kepentingan di wilayah Daop 8 Surabaya.
“Ada dua perjalanan yang kami perpanjang hingga Probolinggo, yakni keberangkatan pagi dan malam hari. Jadwal dari Surabaya maupun Pasuruan pada prinsipnya tidak berubah, hanya relasinya yang diperpanjang,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Gubeng Lama, Senin (2/3).
Dengan perpanjangan ini, jarak tempuh layanan menjadi sekitar 101 kilometer dari Surabaya ke Probolinggo. Tarif perjalanan yang sebelumnya Rp6.000 untuk relasi Surabaya–Pasuruan kini menjadi Rp8.000 hingga Probolinggo.
“Penyesuaian tarif hanya Rp 2.000. Kami akan evaluasi secara berkala melihat respons masyarakat,” kata Heri.
Sejak hari pertama beroperasi penuh hingga Probolinggo, respons masyarakat terbilang positif. Pada keberangkatan perdana dari Probolinggo tercatat sekitar 400 penumpang, dengan kedatangan hampir 200 penumpang. Tren peningkatan juga terlihat pada perjalanan pagi hari berikutnya.
KAI Commuter saat ini mengoperasikan enam kereta dalam satu rangkaian, dengan kapasitas 106 penumpang per kereta. Artinya, total kapasitas sekali perjalanan mencapai lebih dari 600 penumpang. Evaluasi penambahan gerbong akan dilakukan apabila okupansi terus meningkat.
“Kapasitas masih cukup dan tetap nyaman. Jika permintaan terus bertambah, tentu akan kami kaji kemungkinan penambahan sarana,” jelasnya.
Data menunjukkan, pada 2024 terdapat sekitar 174 ribu masyarakat Probolinggo yang menggunakan jasa angkutan kereta api. Sekitar 50 persen penduduknya merupakan pekerja dan pegawai yang memiliki mobilitas tinggi, termasuk ke Surabaya.
Keberangkatan pagi dari Probolinggo pukul 04.10 WIB tiba di Surabaya sekitar pukul 06.30 WIB, sehingga dinilai ideal bagi pekerja dan mahasiswa yang beraktivitas di Kota Pahlawan.
“Konektivitas ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi. Masyarakat Probolinggo bisa berbelanja atau bekerja di Surabaya, dan sebaliknya warga Surabaya juga bisa mengakses Probolinggo, termasuk destinasi wisatanya,” tutur Heri.
Selain melayani pekerja dan mahasiswa, perpanjangan relasi ini juga menjadi alternatif perjalanan jarak dekat di jalur timur Jawa, termasuk bagi penumpang yang tidak mendapatkan tiket perjalanan jarak jauh menuju Jember atau Banyuwangi.
Pemerintah Kota Probolinggo sendiri disebut menargetkan okupansi minimal 200 penumpang per hari dari stasiun setempat.
Apalagi, Probolinggo dikenal memiliki potensi wisata dan menjadi salah satu kota peraih penghargaan Adipura.
Momentum Ramadan juga diharapkan menjadi berkah tersendiri bagi layanan ini, dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Kami tidak menetapkan target khusus. Yang terpenting layanan ini memberi manfaat bagi masyarakat dan terus berkembang,” pungkas Heri.






