KabarBaik.co, Batu – Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menyimpan lebih dari sekadar wisata Pemandian Air Panas Cangar. Desa yang dikenal sebagai wilayah dengan suhu terdingin di Kota Batu ini memiliki beragam destinasi wisata alam, mulai dari hamparan kebun bunga, wisata petik apel, panorama perbukitan, hingga jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang.
Salah satu daya tarik utamanya adalah kawasan agrowisata Brakseng yang berada di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut. Berada tepat di lereng Gunung Arjuno dan Gunung Welirang, kawasan ini dijuluki sebagai “Kaki Langit” Desa Sumberbrantas karena menawarkan panorama pegunungan yang luas dengan udara sejuk khas dataran tinggi.
Wisatawan yang datang akan disuguhi hamparan hijau pertanian hortikultura berupa kentang, wortel, brokoli, sawi putih, hingga budidaya bunga krisan yang mempercantik lanskap terasering. Keindahan alam tersebut menjadikan Brakseng sebagai salah satu lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit, berburu foto, hingga sekadar menikmati suasana pegunungan.
Selain panorama alamnya, Brakseng juga menjadi pintu masuk menuju jalur pendakian resmi Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Tidak heran jika kawasan ini menjadi tempat persinggahan favorit bagi para pecinta alam maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan tanpa harus mendaki.
Untuk menikmati keindahan kawasan Brakseng, wisatawan hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang. Sementara bagi pengunjung yang ingin menjelajahi jalur ekstrem menggunakan Jeep Offroad, dikenakan tarif Rp 25.000 per kendaraan.
Kepala Desa Sumberbrantas, Saniman, mengatakan potensi utama yang dikembangkan di Brakseng adalah keaslian bentang alam serta aktivitas pertanian masyarakat yang masih terjaga.
“Yang kita jual di Brakseng itu potensi alam kita, kawasan alam pertanian yang indah, ada pertanian sayur-mayur, wortel, kentang, brokoli, sawi putih, dan tentu saja pemandangannya yang berada tepat di lereng Gunung Welirang dan Arjuno,” ujarnya, Minggu (2/8).
Menurut Saniman, komoditas unggulan Desa Sumberbrantas adalah kentang dan wortel. Bahkan kentang dari wilayah tersebut dikenal memiliki cita rasa khas dengan tekstur yang lebih pulen dibandingkan daerah lain.
Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, berbagai fasilitas penunjang mulai bermunculan di kawasan Brakseng. Salah satunya Cafe Nature Brakseng yang menawarkan tempat bersantai dengan latar hamparan perkebunan dan pegunungan.
Kafe tersebut menjadi lokasi favorit wisatawan maupun pengendara yang melintas untuk menikmati udara dingin khas Brakseng. Beragam minuman hangat seperti kopi, teh, susu hingga wedang tersedia dengan harga yang relatif terjangkau, sebagian besar di bawah Rp 20 ribu.
Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati panorama Gunung Arjuno secara langsung dari area kafe. Tak sedikit pula wisatawan yang memanfaatkan lokasi tersebut sebagai spot berfoto dengan latar hamparan pertanian yang menjadi ciri khas Brakseng.
Selain Cafe Nature Brakseng, Pemerintah Desa Sumberbrantas juga mengelola Kafe Sawang Alam melalui Bumdes Mahkota Arum sebagai tempat istirahat bagi wisatawan setelah berkeliling kawasan pertanian.
Usai menikmati panorama Brakseng, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Pemandian Air Panas Cangar untuk berendam di air panas alami. Tak jauh dari lokasi tersebut terdapat Arboretum Sumber Brantas yang dikenal sebagai titik nol Sungai Brantas dan menjadi salah satu tujuan wisata edukasi sekaligus konservasi di kawasan tersebut.
Saniman menambahkan pemerintah desa terus berupaya mengembangkan kawasan wisata tanpa mengganggu aktivitas pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat.
Ke depan, Pemdes Sumberbrantas berharap sinergi dengan Pemerintah Kota Batu semakin diperkuat untuk mendukung pembangunan infrastruktur pariwisata di kawasan perbatasan tersebut.
“Jalan menuju ke sana sudah bagus, sebagian besar sudah dipaving. Kami berharap ada perhatian dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah agar potensi luar biasa ini bisa dikembangkan bersama demi kesejahteraan petani sekaligus penataan wisata yang lebih baik,” pungkasnya. (*)







