KabarBaik.co, Nganjuk – Pemkab Nganjuk menggelar High Level Meeting (HLM) dan Rapat Kerja Pengendalian Inflasi Daerah. Acara yang dihadiri Forkopimda, kepala OPD terkait, BPS Nganjuk, Perum BULOG Cabang Kediri, dan Bank Indonesia Kediri ini, bertujuan memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
“Kita ingin memastikan warga Nganjuk bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang, tanpa terbebani lonjakan harga bahan pokok yang tidak terkendali,” ujar Bupati Nganjuk Marhaen Djunaedi.
Rapat strategis ini mengedepankan empat pilar utama pengendalian inflasi daerah sebagai pedoman bersama, keterjangkauan harga melalui pemantauan pasar rutin, ketersediaan pasokan dengan stok pangan yang cukup, kelancaran distribusi agar rantai pasok tidak terhambat, serta komunikasi efektif untuk mencegah panic buying.
“Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengendalian harga, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem pangan berjalan sehat dan berkelanjutan,” kata Marhaen.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Nganjuk bersama BI dan Bulog akan mengintensifkan Operasi Pasar Murah (OPM) di titik strategis. Penguatan data neraca pangan secara real-time juga menjadi prioritas untuk kebijakan yang cepat dan tepat.
Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro menyoroti tantangan spesifik menjelang bulan puasa. “Perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama peningkatan konsumsi protein hewani, kerap memicu tekanan harga,” jelasnya.
Namun, ia menyampaikan optimisme dengan prediksi masa panen raya akhir Februari hingga awal Maret 2026. “Kondisi ini diharapkan menjadi penopang kuat ketersediaan stok pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di awal bulan puasa,” ujarnya.
Mas Handy sapaan karib Wabup Nganjuk ini juga menekankan pentingnya akurasi data komoditas. Belajar dari pengalaman pendataan harga bawang merah sebelumnya, ia menekankan perlunya pendataan yang objektif dan mencerminkan variasi kualitas produk.
“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Ini penting agar tidak muncul persepsi inflasi yang keliru di tingkat provinsi maupun pusat,” tegasnya.
Menghadapi risiko cuaca ekstrem, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga pilar ketersediaan pasokan. “Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, Bulog, BI, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Nganjuk optimistis stabilitas ekonomi daerah dapat terjaga dengan baik,” pungkasnya.
Pemkab Nganjuk menegaskan komitmennya melindungi masyarakat, memastikan kebutuhan pokok tercukupi, dan menciptakan suasana Ramadan dan Idul Fitri yang aman serta penuh ketenangan. (*)






