KabarBaik.co, Sidoarjo – Pemkab Sidoarjo menunjukkan keseriusannya dalam merealisasikan proyek Flyover Gedangan dengan menyiapkan anggaran fantastis sebesar Rp 400 miliar untuk pembebasan lahan warga terdampak. Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, anggaran tersebut disiapkan agar proses pembangunan flyover dapat segera berjalan tanpa hambatan.
Subandi memastikan pembebasan lahan dilakukan menggunakan sistem ganti untung, sehingga masyarakat tidak dirugikan dalam proyek strategis tersebut. Seluruh aset milik warga, mulai dari tanah, bangunan hingga pepohonan bernilai ekonomis akan masuk dalam proses penilaian.
“Pemerintah itu tidak akan merugikan masyarakat. Ya, namanya ganti untung, akan dinilai semuanya. Jadi, tidak merugikan,” ujar Subandi Sabtu (23/5).
Saat ini, warga pemilik lahan diminta segera melengkapi dokumen kepemilikan tanah sebagai syarat administrasi pembebasan. Pemkab Sidoarjo menargetkan proses pembebasan lahan selesai pada akhir November 2026 agar pembangunan fisik flyover oleh pemerintah pusat dapat dimulai pada 2027.
“Jadi, jangan sampai kita membebaskan ini dengan anggaran Rp 400 miliar, ternyata pada tahun ini nggak selesai,” tegasnya.
Menurut Subandi, besarnya dana yang dikucurkan menjadi bukti keseriusan Pemkab Sidoarjo dalam mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mengatasi kemacetan di kawasan Gedangan.
“Karena dengan nilai Rp 400 miliar, berarti nggak main-main Pemkab Sidoarjo,” tambahnya.
Flyover Gedangan diharapkan mampu menjadi solusi kemacetan di kawasan perempatan Gedangan yang selama ini menjadi titik kepadatan kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. (*)







