KabarBaik.co, Nganjuk – Upaya penurunan angka stunting di Nganjuk terus digencarkan hingga tingkat kecamatan. Bertempat di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Ngronggot, para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) secara mandiri menyelenggarakan kegiatan bimbingan perkawinan bagi puluhan calon pengantin (Catin), dengan fokus pada persiapan hidup berkeluarga yang berkualitas.
“Intervensi di tingkat calon pengantin adalah langkah paling strategis. Kita ingin memastikan setiap pasangan yang menikah di Nganjuk memiliki kesiapan fisik dan mental yang matang. Dengan memahami penyiapan kehidupan berkeluarga yang berkualitas, mereka secara otomatis telah berkontribusi dalam melahirkan generasi Nganjuk yang bebas stunting,” ungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk, Asti Widyartini, Minggu (8/3)
Kegiatan yang mengusung tema “Penyiapan Kehidupan Berkualitas Dalam Rangka Pencegahan Stunting” bertujuan membekali para calon ayah dan ibu dengan pemahaman komprehensif mengenai kesehatan reproduksi, pola asuh, serta pemenuhan gizi seimbang bahkan sebelum proses kehamilan dimulai.
“Kegiatan fasilitasi mandiri seperti ini menunjukkan komitmen kuat para petugas lapangan dalam mencapai target nasional penurunan prevalensi stunting,” tambah Asti yang juga memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mandiri dari Balai Penyuluhan KB Kecamatan Ngronggot.
Dalam sesi materi, tim Penyuluh KB menekankan pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Para calon pengantin diajarkan bahwa pencegahan stunting bukan dimulai saat anak lahir, melainkan sejak masa pra-nikah melalui perbaikan status gizi calon ibu.
Materi yang disampaikan meliputi tiga poin utama: pemeriksaan kesehatan khususnya cek HB (hemoglobin) untuk mencegah anemia; nutrisi pra-nikah dengan konsumsi asam folat dan gizi seimbang; serta perencanaan keluarga melalui penggunaan alat kontrasepsi pasca-persalinan untuk mengatur jarak kelahiran.
Menurut Asti, peran Penyuluh KB di lapangan adalah ujung tombak dalam memutus mata rantai stunting di Kabupaten Nganjuk. “Melalui bimbingan ini, diharapkan para calon pengantin tidak hanya sekadar melangsungkan prosesi pernikahan secara administratif, tetapi juga memiliki bekal ilmu untuk membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan melahirkan anak-anak yang berkualitas,” pungkasnya. (*)







