KabarBaik.co – Calon wakil bupati (cawabup) Bojonegoro nomor urut 2, Nurul Azizah kembali blusukan ke pasar tradisional yang ada di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jumat (4/10). Cawabup yang berpasangan dengan calon bupati (cabup) Setyo Wahono ini bertemu dan menyapa pedagang dan masyarakat sekitar pasar.
Nurul Azizah berjanji akan merevitalisasi pasar pasar tradisional agar bisa bersaing dengan pasar modern dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Karena itulah di memilih mendatangi pasar tradisional pada masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bojonegoro.
Perempuan yang akrab disapa Nurul itu berdialog dan menjaring aspirasi dari para pedagang. “Pasar-pasar tradisional harus lebih dihidupkan lagi, karena ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” tutur Nurul, Jumat (4/10).
Nurul menjelaskan, untuk lebih menghidupkan pasar tradisional perlu dilakukan penataan dan penambahan fasilitas. Tujuannya agar pengunjung dan pedagang merasa nyaman, aman, dan senang berbelanja di pasar tradisional.
“Maka sarana dan prasarananya perlu diperbaiki dan dilengkapi. Kalau pasarnya bersih, rapi dan fasilitasnya lengkap tentu akan ramai dan banyak pedagang yang membawa dagangan ke sini,” jelas Nurul.
Sebagai mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Nurul paham betul dalam pengelolaan anggaran untuk memajukan pasar tradisional. Anggaran pembangunan pasar tradisional bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan bantuan keuangan desa (BKD). “Tentu semua harus sesuai regulasi,” ucapnya.
Selain itu, Nurul juga telah menyiapkan program bantuan usaha pemberdayaan usaha perempuan produktif dan bantuan pengembangan industri kecil menengah (IKM) sebesar Rp 1 miliar per desa/kelurahan. “Sehingga nantinya bisa berjalanan beriringan, pasarnya bagus dan dagangan yang dijual semakin lengkap karena ada bantuan permodalan,” tuturnya.
Warti, salah seorang pedagang Pasar Desa Tanjungharjo mengapresiasi rencana pasalon bupati dan wakil bupati Bojonegoro nomor 02, Setyo Wahono dan Nurul Azizah merevitalisasi pasar tradisional. “Ini akan menjadikan pasar tradisional lebih hidup dan bisa bersaing dengan pasar-pasar modern,” kata Warti. (*)








