KabarBaik.co, Blitar – Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Blitar terus memperkuat upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Salah satunya dengan membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap satuan pendidikan.
Kasi SMA Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Blitar, Abusani, mengatakan seluruh sekolah kini diwajibkan memiliki tim tersebut.
“Setiap sekolah sudah membentuk TPPK untuk menangani potensi perundungan atau bullying,” ujarnya, Senin (20/4).
Menurutnya, tim ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari guru, siswa, hingga bimbingan konseling. Mereka bertugas mengawasi sekaligus menangani potensi kekerasan di lingkungan sekolah.
Abusani menekankan, komunikasi menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kesalahpahaman antara guru dan siswa.
“Tidak jarang tindakan penertiban dari guru disalahartikan sebagai perundungan. Karena itu, komunikasi yang baik dan terbuka sangat penting,” jelasnya.
Jika terjadi kasus, penanganan dilakukan secara bertahap. Tahap awal diselesaikan di tingkat sekolah. Namun, jika tidak menemukan titik temu, kasus akan dilaporkan ke cabang dinas.
“Kalau tidak bisa diselesaikan di sekolah, akan ditindaklanjuti ke tingkat cabang, bahkan bisa sampai provinsi jika diperlukan,” tambahnya.
Meski demikian, hingga awal tahun ini, pihaknya mengaku belum menemukan kasus perundungan yang tergolong serius di wilayah Blitar.
Dengan adanya TPPK, diharapkan potensi bullying bisa ditekan sejak dini sehingga lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif bagi siswa.
“Harapannya, dengan tim ini, pencegahan bisa dilakukan lebih awal dan sekolah tetap menjadi tempat yang nyaman bagi semua,” pungkasnya.(*)








