KabarBaik.co, Surabaya — Sebanyak 400 warga dari Surabaya dan sejumlah daerah di sekitarnya mengikuti vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis ketiga yang difasilitasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya. Vaksinasi yang digelar di Kantor BBPOM di Surabaya tersebut menjadi bagian lanjutan dari rangkaian pemberian vaksin HPV dosis pertama dan kedua. Penyelesaian dosis ketiga sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus menunggu munculnya gejala.
Vaksin HPV merupakan salah satu upaya pencegahan infeksi HPV yang menjadi salah satu faktor risiko kanker serviks. Karena itu, perlindungan sejak dini dinilai penting, disertai penerapan pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kepala BBPOM di Surabaya Yudi Noviandi mengatakan vaksinasi menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penyakit sejak dini.
“Melalui fasilitasi vaksinasi HPV ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan perlu dilakukan sejak dini. Vaksinasi menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilengkapi dengan pola hidup sehat dan deteksi dini,” ujarnya, Senin (24/8).
Bagi sebagian peserta, vaksinasi dosis ketiga bukan sekadar melanjutkan rangkaian imunisasi. Ada rasa lega setelah seluruh tahapan perlindungan kesehatan dapat diselesaikan.
Manda, salah seorang peserta asal Nganjuk, mengaku senang dapat mengikuti vaksinasi hingga dosis ketiga. Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan kemudahan sekaligus menambah pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan kanker serviks sejak dini.
Upaya meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan kanker serviks juga menjadi perhatian di tingkat nasional. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof Taruna Ikrar menegaskan bahwa kanker serviks merupakan penyakit serius yang pada prinsipnya dapat dicegah.
“Vaksinasi HPV bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi mengurangi beban kesehatan dan sosial dari penyakit yang dapat kita cegah. Setiap nyawa perempuan yang hilang adalah kehilangan yang tidak seharusnya terjadi,” tegasnya.
Kegiatan vaksinasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian vaksin. Masyarakat juga didorong membangun kesadaran bahwa perlindungan kesehatan merupakan rangkaian langkah yang saling melengkapi, mulai dari vaksinasi, perilaku hidup sehat hingga deteksi dini.
Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pencegahan, upaya melindungi kesehatan perempuan diharapkan dapat dilakukan lebih awal, sebelum penyakit berkembang menjadi persoalan yang lebih berat. (*)






