Cegah Penyakit Menular di Arus Balik, Ini Imbauan Dinkes Sidoarjo

oleh -13 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 19 at 5.20.17 PM
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakshmie Herawati Yuanita (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Lonjakan mobilitas masyarakat pada arus balik Lebaran 2026 tidak hanya berdampak pada kepadatan transportasi, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular. Kondisi ini mendorong Pemkab Sidoarjo untuk memperkuat langkah antisipasi demi melindungi kesehatan para pemudik.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari kesiapan individu sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi masyarakat yang menempuh perjalanan jarak jauh.

“Persiapan fisik sangat penting. Jika merasa kurang sehat seperti demam, batuk, atau pilek, sebaiknya menunda perjalanan demi keselamatan bersama,” ujarnya, Sabtu (28/3).

Menurutnya, sejumlah penyakit yang berpotensi muncul selama arus balik antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), influenza, demam berdarah dengue (DBD), hingga gangguan pencernaan seperti diare dan muntaber. Risiko tersebut meningkat akibat kepadatan penumpang, perubahan cuaca, serta minimnya kebersihan di sejumlah titik perjalanan.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Mulai dari mencuci tangan sebelum makan, menggunakan hand sanitizer setelah menyentuh fasilitas umum, hingga menerapkan etika batuk dan bersin.

“Kesadaran individu menjadi kunci. Gunakan masker saat berada di tempat padat dan hindari menyentuh wajah sebelum tangan dalam kondisi bersih,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai upaya pencegahan di simpul transportasi seperti terminal, stasiun, dan bandara. Fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, pemeriksaan suhu tubuh, serta pengaturan antrean diterapkan untuk mengurangi risiko penularan.

Posko kesehatan juga disiagakan guna memberikan layanan medis bagi pemudik yang membutuhkan penanganan cepat. Petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan awal hingga memberikan rujukan apabila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lanjutan.

Bagi masyarakat dengan kondisi kesehatan kurang baik, disarankan untuk tidak memaksakan perjalanan. Namun jika tetap harus bepergian, penggunaan masker dengan perlindungan optimal seperti KN95 atau N95 dianjurkan, serta membawa obat-obatan pribadi.

Tak hanya itu, pemerintah memastikan seluruh fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit tetap siaga selama 24 jam, termasuk posko kesehatan di rest area dan jalur utama arus balik.

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui anjuran melengkapi vaksinasi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Imunisasi dinilai penting untuk menjaga daya tahan tubuh selama perjalanan.

Berkaca dari tahun sebelumnya, lonjakan kasus ISPA dan DBD kerap terjadi setelah Lebaran akibat tingginya mobilitas dan kelelahan. Karena itu, pemantauan kasus terus dilakukan secara berkala guna memastikan potensi peningkatan dapat segera diantisipasi.

“Pemantauan kasus penyakit terus kami lakukan untuk mencegah lonjakan pasca arus balik,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.