Cerita Tugu Monumen GKJW Ngoro Jadi Penanda Sejarah Kristen di Jombang

oleh -553 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 16 at 12.09.38 PM
Tugu GKJW Ngoro penanda awal sejarah Kristen di Jombang (istimewa)

KabarBaik.co – Sebuah monumen sederhana di halaman GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Pasamuan, Ngoro, Jombang, menyimpan sejarah panjang tentang awal perkembangan Kristen di Jawa Timur.

Tugu tersebut menandai lokasi pembaptisan pertama jemaat Kristen di wilayah ini, yang dilakukan pada 12 Desember 1843. Peristiwa ini terjadi jauh sebelum pembangunan gedung gereja permanen di lokasi yang sama.

“Tugu ini adalah penanda fisik pengingat titik awal. Dari sinilah fondasi persekutuan Kristen di Jombang mulai dibangun,” kata Supriyantono, Sekretaris GKJW Ngoro, Sabtu (20/12).

Monumen seperti ini tergolong langka. Dari sekitar 180 jemaat GKJW yang tersebar di Jawa Timur, hanya tiga lokasi yang memiliki penanda serupa, yaitu Ngoro, Wiyung Surabaya, dan komplek Majelis Agung GKJW di Kota Malang. Komunitas Kristen Ngoro tercatat sebagai yang tertua di Jombang.

Bangunan gereja yang kini berdiri di Jalan Suropati Nomor 15, Kecamatan Ngoro, baru dibangun pada 1902. Meski bangunannya berusia lebih dari satu abad, komunitas jemaatnya telah aktif sejak puluhan tahun sebelumnya.

Gedung berarsitektur kolonial berukuran 25×10 meter itu hingga kini masih mempertahankan bentuk aslinya.

“Perubahan pada bangunan sangat minimal, hanya perawatan ringan pada atap dan lantai sekitar tahun 2000-an. Empat pilar kayu jati utama dan struktur dasarnya masih orisinal,” tambah Supriyantono.

Statusnya sebagai cagar budaya membuat gereja ini tidak boleh mengalami perubahan besar-besaran.

Sejarah GKJW Ngoro tidak lepas dari peran Coenraad Laurens Coolen, seorang pengelola perkebunan berdarah campuran Indonesia-Eropa. Meski bukan pendeta formal, Coolen dikenal sebagai pemimpin komunitas yang dihormati.

Setelah membuka permukiman di Ngoro atas izin pemerintah kolonial pada 1827, Coolen mulai memperkenalkan ajaran Kristen.

“Ibadah awal dilaksanakan secara sederhana di rumah-rumah, termasuk di kediamannya sejak 1835, yang kemudian berlanjut ke pembaptisan perdana delapan tahun setelahnya,” jelas Supriyantono.

Pertumbuhan jemaat GKJW Ngoro juga cukup signifikan. Dari sekitar 20 orang pada masa awal, kini jumlah anggota komunitas mendekati seribu orang.

“Puji Tuhan, untuk saat ini komunitas GKJW Ngoro telah mendekati seribu anggota,” ungkapnya.

Menjelang Natal, GKJW Ngoro mengusung tema ‘Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga’, dengan harapan memperkuat iman jemaat sekaligus menyebarkan pesan kerukunan di masyarakat Jombang.

“Semoga nilai kekeluargaan dan perdamaian ini meresap, mulai dari unit keluarga terkecil hingga kehidupan bermasyarakat,” pungkas Supriyantono. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.