KabarBaik.co, Sidoarjo – Pembukaan kembali Car Free Day (CFD) yang bersamaan dengan peresmian wajah baru Alun-alun Sidoarjo diwarnai insiden keributan. Dua orang wanita terlibat perkelahian di depan Monumen Jayandaru, Minggu (1/2) siang sekitar pukul 12.30 WIB.
Kondisi Alun-alun Sidoarjo yang dipadati pengunjung serta area parkir yang penuh dan banyaknya penyewaan mainan menjadi latar terjadinya insiden tersebut. Keributan sempat menyita perhatian warga yang tengah menikmati suasana CFD perdana pascarevitalisasi.
Saksi mata di lokasi, Kiki, petugas kebersihan Alun-alun Sidoarjo, mengatakan perkelahian diduga dipicu persoalan perebutan lahan usaha. Saat itu, ia tengah membersihkan tumpukan sampah di sekitar area Monumen Jayandaru.
“Kejadiannya sekitar setengah satu siang. Diduga karena rebutan lahan untuk menyewakan permainan kuda-kudaan,” ujar Kiki, Senin (2/2).
Menurutnya, adu mulut antara kedua wanita tersebut kemudian berujung perkelahian fisik. Keributan berhasil dilerai oleh orang yang berada di lokasi tersebut dan tukang parkir yang berjaga di sekitar lokasi kejadian sehingga situasi kembali kondusif.
Menanggapi video perkelahian yang viral di media sosial, Plt Kabid Tibumtranmas Satpol PP Sidoarjo R. Novianto Koesno Adi Putro, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyatakan pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan mengamankan barang bukti.
“Yang jelas itu pedagang atau penyewa mainan yang ada di kawasan Jayandaru. Untuk barang buktinya berupa mainan kuda-kudaan sudah kami amankan di kantor Satpol PP,” ungkap R. Novianto Koesno Adi Putro saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, meskipun kronologi lengkap kejadian masih didalami, aktivitas berjualan atau menyewakan mainan di area dalam Taman Jayandaru sejatinya dilarang sesuai regulasi yang berlaku.
Lebih lanjut, R. Novianto Koesno Adi Putro menegaskan bahwa larangan tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2013. Dalam aturan itu, kawasan Alun-Alun Sidoarjo harus steril dari aktivitas perdagangan, pengamen, hingga tindakan vandalisme.
“Kami sudah sering melakukan sosialisasi bahkan penindakan. Di lokasi juga terdapat anggota Satpol PP wanita yang rutin memberikan imbauan agar pengunjung dan pedagang menaati aturan,” tegasnya.
Saat ini, Satpol PP Sidoarjo masih melakukan pendalaman terhadap identitas pihak-pihak yang terlibat dalam perkelahian tersebut untuk proses lebih lanjut. Masyarakat diimbau ikut menjaga ketertiban dan kenyamanan Alun-alun Sidoarjo sebagai ikon baru Kota Delta.(*)







