Cuaca Buruk Picu Krisis Oksigen Medis di Pulau Bawean, Pemkab Gresik Siapkan Pengiriman Darurat

oleh -189 Dilihat
Ilustrasi tabung oksigen. (Foto: Ist/ANTARA)
Ilustrasi tabung oksigen. (Foto: Ist/ANTARA)

KabarBaik.co, Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat mengirim pasokan oksigen medis ke Pulau Bawean setelah cuaca ekstrem menghentikan aktivitas pelayaran dan menghambat distribusi logistik kesehatan ke wilayah kepulauan tersebut.

Sebanyak 40 tabung oksigen telah disiapkan sebagai pengiriman darurat untuk memenuhi kebutuhan RSUD Umar Mas’ud Bawean yang stok oksigen medisnya mulai menipis. Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik juga menyiapkan tambahan 80 tabung oksigen yang akan segera dikirim begitu jalur pelayaran kembali dibuka.

Kondisi ini menjadi perhatian serius setelah seorang pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan terpaksa dirujuk dari RSUD Umar Mas’ud Bawean ke RSUD Ibnu Sina Gresik pada Sabtu (1/8).

Karena seluruh kapal menuju Bawean tidak beroperasi akibat cuaca buruk dan tiket pesawat perintis habis hingga 7 Agustus 2026, keluarga pasien akhirnya menyewa pesawat charter dengan biaya sekitar Rp 110 juta agar pasien segera mendapatkan penanganan medis.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Setyo Susilo, mengatakan, terhambatnya distribusi logistik kesehatan merupakan dampak langsung dari cuaca buruk yang melanda perairan Gresik-Bawean sejak akhir Juli.

“Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan menjadi kendala utama dalam distribusi logistik kesehatan ke Bawean. Selama periode 28 Juli hingga 4 Agustus, kapal menuju Bawean tidak beroperasi akibat cuaca buruk sehingga pengiriman logistik kesehatan, termasuk oksigen medis, tidak dapat dilakukan. Saat stok oksigen di RSUD Umar Mas’ud mulai menipis pada 1 hingga 3 Agustus, kami langsung menyiapkan pengiriman darurat sebanyak 40 tabung oksigen. Kami berharap kondisi cuaca membaik dalam satu hingga dua hari ke depan agar distribusi dapat segera dilakukan,” ujar Setyo.

Selama ini, kebutuhan oksigen medis RSUD Umar Mas’ud dipasok melalui kapal barang dari Pelabuhan Sidayu menuju Pelabuhan Bawean. Jalur tersebut telah berjalan lancar selama bertahun-tahun, namun terhenti sementara akibat cuaca ekstrem yang membuat kapal tidak dapat berlayar.

Untuk mempercepat distribusi logistik kesehatan, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Syahbandar, serta pihak terkait di Paciran dan Lamongan. Apabila cuaca buruk berlangsung lebih lama, Pemkab Gresik juga menyiapkan skenario distribusi melalui dukungan Koarmada II guna mengirimkan gas medis ke Bawean.

Pemerintah juga mengkaji kemungkinan pengiriman melalui jalur udara. Namun, keterbatasan kapasitas angkut pesawat perintis serta prosedur khusus dalam pengangkutan tabung oksigen membuat jalur laut tetap menjadi pilihan utama.

Peristiwa ini menjadi evaluasi bagi Pemkab Gresik untuk memperkuat ketahanan layanan kesehatan di wilayah kepulauan. Salah satu langkah jangka panjang yang tengah disiapkan ialah pengadaan oxygen generator di RSUD Umar Mas’ud Bawean.

Fasilitas tersebut ditargetkan mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan oksigen medis rumah sakit sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari daratan dapat berkurang.

“Bawean memiliki karakteristik sebagai wilayah kepulauan yang membutuhkan sistem logistik kesehatan yang kuat. Karena itu, kami terus menyiapkan berbagai langkah, baik jangka pendek maupun jangka panjang, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap terjamin meskipun menghadapi tantangan cuaca,” pungkas Setyo.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.