Cuaca Ekstrem Intai Jatim hingga 10 Februari 2026, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

oleh -156 Dilihat
WhatsApp Image 2026 02 03 at 11.10.54 AM
Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Jalan Bligo candi Sidoarjo (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo– BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Jawa Timur pada periode hingga 10 Februari 2026. Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Timur, meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, serta Kota Surabaya, Malang, Kediri, Blitar, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, Madiun, dan Batu.

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Taufiq Hermawan menyebut seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan, bahkan sebagian masih berada pada puncak musim hujan.

“Dalam 10 hari ke depan diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” kata Taufiq, Selasa (3/2).

Taufiq menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi monsun Asia, gangguan gelombang atmosfer, serta suhu muka laut Selat Madura yang masih hangat, sehingga mendukung terbentuknya awan hujan intens.

BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor, serta rutin memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.