KabarBaik.co, Sidoarjo– Di pertengahan April saat musim kemarau yang seharusnya berlangsung, tidak seluruh wilayah Jatim disambut hangatnya sinar matahari pada Selasa (21/4). Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, sejumlah daerah di Jawa Timur justru masih didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan sepanjang hari.
Sejak pagi, sejumlah wilayah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Mojokerto tercatat mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Sementara itu, potensi hujan masih muncul di beberapa daerah lainnya.
Memasuki siang hari, hujan ringan diperkirakan turun di wilayah Bojonegoro, Jombang, Kediri, hingga Kota Kediri dan Madiun. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski secara kalender telah memasuki musim kemarau, atmosfer di Jawa Timur masih cukup labil.
Di wilayah selatan dan pegunungan seperti Malang, Batu, dan Lumajang, cuaca cenderung lebih variatif. Kota Batu misalnya, pada siang hingga sore hari diprediksi mengalami udara kabur, sementara Malang dan Lumajang berpotensi diguyur hujan ringan.
Wilayah tapal kuda seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, hingga Banyuwangi juga masih berpeluang hujan, terutama pada rentang waktu siang hingga sore hari. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
Sementara itu, daerah pesisir utara seperti Tuban, Lamongan, dan Sampang juga tidak sepenuhnya bebas dari hujan. BMKG mencatat adanya potensi hujan ringan di beberapa jam tertentu meski cuaca sempat cerah berawan di pagi hari.
Pada malam hari, sebagian besar wilayah Jawa Timur diprediksi kembali didominasi kondisi berawan. Namun kelembapan udara yang tinggi, berkisar antara 60 hingga 99 persen, membuat potensi hujan lokal masih bisa terjadi di beberapa titik.
Suhu udara di Jawa Timur hari ini berada pada kisaran 21 hingga 33 derajat Celcius, dengan angin dominan bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan bervariasi antara 2 hingga 14 kilometer per jam.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat tetap mewaspadai perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama bagi aktivitas di luar ruangan dan wilayah dengan potensi hujan pada siang hingga sore hari. (*)






