KabarBaik.co, Sidoarjo – Cuaca di Jawa Timur diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada Jumat (21/8). Meski demikian, hujan ringan masih berpeluang turun secara lokal di sejumlah wilayah.
Kondisi cerah berawan diprediksi terjadi sejak pagi hingga sore. Memasuki dini hari, cuaca masih cenderung cerah, namun masyarakat perlu mewaspadai potensi udara kabur yang dapat mengurangi jarak pandang, terutama bagi pengguna jalan.
Suhu udara di wilayah daratan Jawa Timur diprakirakan berkisar 12 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara mencapai 40 hingga 100 persen, dengan angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 5 hingga 37 kilometer per jam.
Di tengah cuaca daratan yang relatif kondusif, BMKG maritim Tanjung perak justru memberikan perhatian terhadap kondisi perairan Jawa Timur. Peringatan dini gelombang tinggi berlaku mulai 21 hingga 24 Agustus 2026 akibat dominasi angin timur hingga tenggara dengan kecepatan 10 hingga 25 knot.
Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Timur. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember hingga Banyuwangi.
Sementara itu, gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan utara dan kepulauan. Di antaranya Perairan Bawean, Masalembo, utara Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, serta Kepulauan Sapudi dan Kangean.
BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal memperhitungkan kondisi cuaca sebelum berlayar. Perahu nelayan dinilai berisiko saat angin mencapai 15 knot dengan gelombang 1,25 meter, sedangkan tongkang berisiko pada angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter.
Risiko juga meningkat bagi kapal feri ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dengan gelombang 2,5 meter. Karena itu, pelaku pelayaran diminta tidak mengabaikan peringatan gelombang tinggi demi keselamatan selama beraktivitas di laut.(*)








