Daffa Ardian Pratama, Bocah Jenius dari Bojonegoro yang Jago Otak-Atik Elektronik

oleh -670 Dilihat
IMG 20260411 WA0014 1
Dafa saat menjelaskan rakitan mesin miliknya. (Foto: Shohibul Umam) 

KabarBaik.co, Bojonegoro – Di usia yang masih belia, sebagian besar anak biasanya menghabiskan waktu dengan bermain sepak bola, layang-layang, atau game online. Namun hal itu tidak berlaku bagi Daffa Ardian Pratama, bocah berusia 9 tahun asal Kabupaten Bojonegoro.

Sejak kecil, Daffa justru menunjukkan minat besar pada dunia mesin dan teknologi. Alih-alih bermain seperti anak seusianya, ia lebih senang membongkar dan memperbaiki berbagai perangkat elektronik.

Putra sulung pasangan Andik Sujianto dan Lusy Ardiana, warga Desa Growok, Kecamatan Dander ini bahkan sudah mahir memperbaiki peralatan rumah tangga seperti kipas angin hingga komputer. Tak hanya itu, ia juga mulai memahami sistem mekanikal pada kendaraan dan perangkat elektronik lainnya.

Ayah Daffa, Andik Sujianto, mengungkapkan bahwa ketertarikan sang anak terhadap mesin sudah terlihat sejak usia dini. “Kalau soal memperbaiki kipas angin sudah hafal. Bahkan dia bisa menganalisis kerusakan komponennya sekaligus menjelaskan cara memperbaikinya,” ujar Andik, Sabtu (11/4).

Menariknya, kemampuan tersebut dipelajari Daffa secara otodidak. Ia mengandalkan video tutorial di YouTube serta melakukan berbagai eksperimen secara mandiri.

Rasa ingin tahu yang tinggi membuat Daffa terus mengeksplorasi hal-hal baru. Ia bahkan pernah membuat dimmer, alat untuk mengatur tegangan listrik guna mengontrol kecepatan dinamo. Tak berhenti di situ, Daffa juga pernah merakit sepeda listrik dari komponen yang dibelinya secara online.

“Komponennya dia beli sendiri secara online. Saya hanya memfasilitasi. Dia pernah membuat alat sapu otomatis dari cikrak dan dinamo,” tambah Andik.

Keunikan lain dari Daffa adalah kemampuannya memahami cara kerja suatu alat hanya dengan melihat atau mencobanya sebentar. Ia tidak sekadar menggunakan, tetapi juga menganalisis sistem di dalamnya.

Salah satu momen yang membuat sang ayah takjub adalah ketika Daffa mampu menggulung dinamo dengan benar tanpa diajari. “Saya sendiri tidak paham, tapi dia bisa menggulung dinamo dan hasilnya berfungsi baik. Dia bilang kalau jumlah lilitannya tidak pas, hasilnya tidak stabil,” tutur Andik.

Sejak kecil, Daffa memang sudah terbiasa mengakses konten edukatif. Bahkan sejak usia 3 tahun, ia diperbolehkan menggunakan ponsel dengan pendampingan untuk menonton video seputar mesin dan robot, bukan sekadar tontonan hiburan.

“Waktu itu dia belum bisa baca tulis, tapi sudah bisa pakai voice search di YouTube. Kalau hasilnya tidak sesuai, dia langsung protes,” kenangnya.

Meski memiliki kemampuan di atas rata-rata, perjalanan akademik Daffa tidak selalu berjalan mulus. Nilai sekolahnya tergolong biasa saja karena ia kurang tertarik dengan metode pembelajaran formal dan lebih menyukai praktik langsung.

Melihat potensi besar tersebut, kedua orang tuanya kini berupaya mencari metode pendidikan yang lebih sesuai agar bakat Daffa dapat berkembang maksimal.

Di balik kemampuannya, Daffa menyimpan cita-cita sederhana namun mulia. Ia ingin menjadi seorang insinyur yang mampu menciptakan berbagai alat bermanfaat bagi banyak orang. “Kalau ditanya cita-citanya, dia ingin jadi insinyur,” tutup Andik. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.