KabarBaik.co Jombang – Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Legi Jombang mengeluhkan maraknya peredaran daging sapi yang didatangkan dari luar Rumah Potong Hewan (RPH) wilayah Jombang. Praktik ini dinilai merugikan pedagang lokal karena memicu persaingan harga yang tidak seimbang.
Keluhan itu disampaikan Ulfa, 51, dan Ira, 43, pedagang daging di Pasar Legi Jombang. Mereka menyebut daging yang beredar tersebut berasal dari luar kota, tepatnya dari Krian, dan sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir.
“Awalnya satu orang pakai motor, sekarang sudah jadi tiga orang dan pakai mobil pikap. Bayangkan berapa ekor sapi yang bisa diangkut satu mobil pikap,” ujar Ulfa kepada wartawan, Rabu (18/2).
Menurut Ulfa, para pendatang tersebut merupakan pedagang skala jagal (grosir) yang langsung menjual daging ke tingkat eceran di area Pasar Legi, khususnya di sisi utara atau sekitar Jalan Mimbar. Dengan status sebagai jagal, mereka bisa menjual daging di bawah harga patokan yang biasa diambil pedagang lokal dari juragan (pemasok).
“Kami ambil dari juragan harga patokannya Rp 100 ribu per kilogram. Mereka jual di bawah Rp 100 ribu. Kami sebagai pengecer jelas kalah. Kami harus menunggu dagangan mereka habis dulu baru laku,” keluhnya.
Dampaknya, omzet pedagang lokal menurun drastis. Ulfa yang biasanya mampu menjual hingga 45 kilogram daging per hari, kini kesulitan mencapai angka tersebut. Ia bahkan mengaku harus menambah utang kepada juragan untuk bisa tetap berjualan.
“Utang kami nambah karena dagangan tidak laku. Makanya kami berontak,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ira. Ia berharap ada penertiban dari dinas terkait agar distribusi daging bisa lebih terkontrol dan tidak merugikan pedagang kecil.
Para pedagang mengaku sudah melaporkan persoalan ini ke Dinas Peternakan Kabupaten Jombang melalui ketua paguyuban, Yono. Mereka berharap ada tindak lanjut agar seluruh pedagang bisa bersaing secara sehat.
“Harapan kami ada tindak lanjut. Kami hanya ingin semuanya berjalan adil,” pungkas Ulfa.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Peternakan Jombang belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan para pedagang daging di Pasar Legi tersebut. (*)








