Dari Ekonomi ke Ekonomi: Profesor Asal Kalsel Rektor Baru Unair

oleh -94 Dilihat
IMG 20250506 073525

KabarBaik.co- Di balik gerbang besar Universitas Airlangga (Unair), sebuah babak baru terukir dalam perjalanan panjang kearifan. Bukan sekadar angka dan perhitungan suara yang menentukan nahkoda baru, melainkan sebuah prosesi sakral. Harapan dan amanah baru telah disematkan di pundak seorang terpilih. Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin.

Nama guru besar Ilmu Manajemen kelahiran Martapura, Kalimantan Selatan itu kini terpatri sebagai Rektor Unair periode 2025-2030. Bukan hanya karena keunggulan dalam pemilihan. Tapi, buah kepercayaan yang mengalir dari denyut nadi kampus, dari bisik intelektual para cendekiawan, hingga aspirasi khalayak sivitas akademika.

Wakil rektor bidang sumber daya itu terpilih lewat proses pemilihan panjang. Mulai penjaringan, uji masyarakat kampus, hingga rapat pleno Majelis Wali Amanat (MWA).

Ketua MWA Unair Prof (HCUA) Dr H Sunarto SH MH mengatakan bahwa keputusan itu diambil berdasarkan hasil perolehan dari 30 suara anggota MWA Unair terhadap tiga calon rektor. Prof Madyan memperoleh dukungan 13 suara, disusul Prof Dr Koko Srimulyo MSi (9 suara), dan Prof Dr Dwi Setyawan SSi MSi Apt (4 suara). Satu suara abstain. Dengan hasil itu, Prof Madyan terpilih dan akan dilantik pada 17 Juni 2025.I a resmi menggantikan Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA, yang sudah menjabat dua periode kepemimpinan.

Laksana mentari terbit setelah rembulan, terpilihnya Prof Madyan membawa serta visi yang membentang. Melampaui batas-batas kampus. Targetnya Unair menembus jajaran 200 universitas terbaik dunia versi QS. Target itu bukanlah sekadar ambisi, melainkan manifestasi dari hasrat untuk menghadirkan sumbangsih ilmu pengetahuan Indonesia di kancah global. Ini adalah panggilan untuk berkolaborasi, menyinergikan setiap potensi yang bersemi di bumi Airlangga, demi mewujudkan mimpi yang lebih besar dari sekadar reputasi, yaitu kontribusi nyata bagi peradaban.

Sementara itu, Prof Nasih, sang penjaga obor selama dua periode, dengan arif menyerahkan estafet kepemimpinan. Kata-katanya meresonansi kebijaksanaan seorang nahkoda yang telah menavigasi ombak dan badai: “Target ranking hanyalah indikator. Yang paling penting adalah kualitas dan dampak dari riset, pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap guru besar asal Gresik itu.

Sebuah pengingat bahwa esensi dari sebuah universitas bukanlah semata-mata deretan angka dalam peringkat. Namun, jejak kebaikan dan kemanfaatan yang diukir dalam kehidupan masyarakat.

Kini, Prof Madyan berdiri di persimpangan harapan dan tanggung jawab. Ia adalah simbol kesinambungan, penerus tongkat estafet yang membawa bersamanya harapan untuk melambungkan reputasi global UNAIR, tanpa mengabaikan fondasi kokoh yang telah ditanamkan. Lebih dari sekadar pemimpin, ia adalah representasi dari semangat kolektif, sebuah janji untuk membawa Unair tidak hanya sebagai menara ilmu, tetapi juga sebagai mercusuar yang menerangi jalan kemajuan bangsa.

Pelantikan pada 17 Juni mendatang bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah penobatan atas sebuah amanah besar. Di sana, janji-janji akan terucap. Komitmen akan terpatri, dan harapan akan kembali membumbung tinggi. Unair di bawah kepemimpinan Prof Madyan, bersiap untuk menuliskan babak lanjutan dalam sejarahnya.

Tentu, sebuah babak yang diharapkan akan dipenuhi dengan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi yang mendalam bagi dunia. Bukan hanya tentang meraih peringkat, tetapi tentang menanamkan benih kearifan yang akan terus tumbuh dan berbuah bagi generasi mendatang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.